2 Bahaya Bangun Tidur Langsung Berdiri | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
2 Bahaya Bangun Tidur Langsung Berdiri
Sopan Sopian | Sex & Health

Bangun tidur langsung berdiri bagi yang sering terlambat sepertinya sudah menjadi kebiasaan. Bahkan, bagi pria yang kerap lembur dan esok harinya telat pun pernah mengalami kegiatan ini. Namun, Anda perlu hati-hati. Karena bangun tidur langsung berdiri memiliki efek yang berbahaya.

Bangun-tidur-Male-Indonesia
Photo by danielfoster437 on VisualHunt / CC BY-NC-SA

Selain karena telat, bangun tidur langsung berdiri juga biasanya dilakukan saat malam hari, tepatnya tengah malam. Di mana ketika ingin buang air kecil, kehausan, atau batuk-batuk. Secara otomatis, ketika mendapatkan hal seperti itu, akan langsung berdiri dan bergegas ke kamar mandi atau mengambil segelas air minum.

Efek bahaya dari bangun tidur langsung berdiri ini akan terjadi pada kesehatan bagi tubuh, baik itu dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Sehingga Kebiasaan bangun tidur yang tepat haruslah diperhatikan secara cermat. Kebiasaan bangun tidur bisa diibaratkan seperti tubuh yang akan melakukan aktivitas olahraga. Maka sangat dianjurkan untuk melakukan pemanasan terlebih dahulu. Lalu apa efek bahaya bangun tidur langsung berdiri tersebut?

Hipotensi Ortostatik
Dalam dunia medis di kenal dengan istilah Hipotensi Ortostatik. Hipotensi Ortostatik adalah penurunan tekanan darah secara tiba-tiba karena adanya perubahan posisi. Penderita penyakit ini akan mengalami pusing bahkan pingsan jika melakukan perubahan posisi. Seperti halnya dari duduk lalu berdiri. 

Pada saat tidur, tubuh berada dalam kondisi rileks. Dalam kondisi ini, supply tekanan darah merata ke seluruh tubuh bahkan ke otak. Namun saat berdiri secara mendadak, tekanan darah akan terlempar seketika menuju ke kaki. Kondisi semacam ini menyebabkan refleks sistem saraf atau saraf pengendalian refleks menjadi terganggu. 

Baca Juga: 4 Kebiasaan Pekerjaan Ini Justru Ganggu Kesehatan

Tidak hanya itu, saat bangun tidur langsung berdiri jantung juga berdebar sangat kencang. Karena, sel-sel khusus (baroreceptors) di samping jantung dan arteri leher akan menurunkan tekanan darah dan menetralkan jantung dengan cara berdegup lebih kencang untuk memompa darah lebih banyak dan menstabilkan tekanan darah. Kondisi ini bisa menyebabkan rasa pusing yang ringan hingga kondisi yang parah seperti pingsan. 

Dokter spesialis jantung, Dr dr Muhammad Yamin, SpJP(K), FIHA, FACC, FSCAI menyarankan untuk mengubah kebiasaan buruk ini. Jika dalam kondisi tidur dan hendak berdiri, jangan langsung berdiri. Tetaplah berbaring sejenak, lalu duduklah kurang lebih setengah menit, baru kemudian berdiri. Begitu pula jika sedang duduk. Berdirilah secara perlahan, baru melangkahkan kaki. 

Beberapa orang yang berpeluang mengalami Hipotensi Ortostatik adalah orang yang menderita darah rendah dan penderita Diabetes Melistus (Kencing Manis).

Bergesernya Tulang Pinggul
Bahaya kedua bangun tidur langsung berdiri adalah bergesernya tulang pinggul atau dalam dunia medis adalah diskolasi tulang pinggul. Tulang pinggul dapat mengalami pergeseran dikarenakan oleh benturan keras seperti akibat terjatuh. Untuk kejadian semacam ini.

Bergesernya tulang pinggul karena pada saat tidur, tulang berada dalam kondisi lemah dan tidak siap untuk langsung dibebani kerja yang berat. Jika memaksa tulang untuk langsung melakukan kerja berat sesaat setelah tidur, seperti berdiri dan berjalan, ini akan mengakibatkan permasalahan yang serius. Terutama dislokasi tulang pinggul. 

Jadi, kini lebih baik Anda mempersiapkan waktu bangun tidur lebih awal agar terhindari dari bahaya yang mengancam kesehatan tubuh Anda. Jika pun terlamat, lebih baik Anda berhati-hati saat bangun tidur. ** (SS)

SHARE