Mobil Futuristik ini Mampu Menerjang Kemacetan? | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Mobil Futuristik ini Mampu Menerjang Kemacetan?
Gading Perkasa | Sport & Hobby

Sebuah pabrikan otomotif asal Slovakia, AeroMobil telah memamerkan mobil futuristik yang mengejutkan banyak pihak pada pagelaran Frankfurt Motor Show 2017 lalu. Produk itu berupa mobil terbang dan menjadi bentuk keseriusan pihak AeroMobil demi menciptakan kendaraan yang mampu menembus kemacetan lalu lintas.

mobil futuristik male indonesia

EU2016SK

Meski baru berbentuk prototype, Aeromobil sangat yakin bahwa produk mereka  bisa mulai dinikmati masyarakat pada tahun 2021 mendatang. Keberadaan mobil futuristik ini juga seolah mewujudkan mimpi para penggemar film James Bond di seluruh dunia. Sebagaimana telah kita ketahui, agen rahasia berkode 007 itu memang diceritakan memiliki bermacam-macam peralatan unik, dimana salah satunya yaitu mobil terbang.

Berdasarkan penuturan Douglas Mac Andrew selaku Chief Technical Officer Aeromobil, produk besutannya merupakan perpaduan antara kendaraan roda empat yang dikhususkan di darat serta pesawat terbang. “Mobil tersebut mampu beralih antara ‘road mode’ dan ‘flight mode’ hanya dalam waktu tiga menit,” tutur Douglas.

Baca juga: McLaren Senna, Penghormatan kepada Sang Legenda

AeroMobil mempunyai dimensi panjang 5,9 meter, lebar 2,2 meter dan tinggi 1,5 meter. Bentangan sayapnya mencapai 8,8 meter, dan dapat membawa beban maksimum sebesar 960 kg.

Sementara dari sektor dapur pacu, pihak pabrikan membekali mesin berkapasitas 2.000 cc turbo charged, 4-cylinder boxer ICE dengan listrik menggerakkan roda depan. Puncak tenaga yang dihasilkan yakni 300 HP mengikuti standar EURO 6. Kapasitas bahan bakarnya cukup besar, 90 liter (95 RON) dan konsumsi bahan bakar 4,2 liter/ 100km.

Memang, kecepatan mobil futuristik ini hanya di angka 160 km/jam ketika di uji coba di lintasan darat. Tetapi dalam mode terbang, kekuatan mesin baling-balingnya mampu menghasilkan kecepatan maksimum 360 km/jam. 

Sangat disayangkan, AeroMobil masih bermasalah terkait fitur keselamatan dan ketersediaan surat izin mengemudi untuk mobil terbang. Walaupun telah diberikan fasilitas berupa kantong udara, sabuk pengaman dan parasut, belum terdapat kursi ejector yang sewaktu-waktu bisa dilontarkan ketika pengemudi berada dalam kondisi berbahaya.

"Mengintegrasikan mobil penerbangan dan mobil darat bukan hal mudah. Kami membutuhkan waktu setidaknya 60 tahun penelitian demi mewujudkan ini semua,” ujar Douglas.

Kendala lain yang wajib dipertimbangkan pembeli yaitu ketersediaan lahan di dekat rumah sebagai landasan terbang. Ditambah lagi regulasi surat izin mengemudi mobil terbang juga masih simpang-siur. Apakah nantinya mobil futuristik ini akan diberikan lampu hijau untuk berada di lalu lintas padat? Kita tunggu saja kelanjutannya, MALEnials.**GP

SHARE