Menelepon Lewat Jari, Bagaimana Caranya? | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Menelepon Lewat Jari, Bagaimana Caranya?
Sopan Sopian | Digital Life

Di masa depan, orang tidak lagi merogoh ponselnya dari kantong celana atau tas, melainkan bisa langsung menelepon lewat jari. Bahkan, inovasi teknologi ini tidak hanya bisa mengangkat atau menelepon saja, melainkan dapat menggantikan fungsi smartphone lainnya.

Menelepon Lewat Jari - male Indonesia Jeremykemp/wikimedia

Mungkin semua orang mengetahui, cara menelepon dengan mengangkat tangan dan mendekatkan jari hanya ada pada film-film fiksi. Tetapi dengan penelitian yang terus dikembangkan, manusia bisa menelepon lewat jari akan menjadi kenyataan. Pasalnya, sebuah penelitian yang dilakukan oleh operator Inggris O2 dan Dr Ian Pearson, mengemukakan bahwa pada tahun 2049 fungsionalitas smartphone kemungkinan akan digantikan oleh pemakaian yang memungkinkan fungsi teknologi yang melekat pada tubuh manusia. 

Salah satunya adalah kuku jari yang pasti bisa digunakan untuk menerima panggilan telepon dan juga fungsi lain yang ada pada ponsel pintar. Perangkat satu ini bernama Mobile Nails. Teknologi yang digunakan ini pun tak tertanam di dalam kuku jari melainkan adanya sebuah cincin dengan sensor yang bisa mengenali gerakan jari. 

Teknologi canggih Mobile Nailsini pun berbekal koneksi Bluetooth yang mengubungkan cincin dengan ponsel pintar di kantong baju, tas ataupun ditempat yang lainya. Selain itu penggunanya pun juga bisa langsung menerima panggilan telepon tanpa harus mencari ponselnya terlebih dahulu. Sehingga orang bisa melepon lewat jari langsung ketika ponsel berdering.

Baca Juga: Kemajuan Teknologi Akan Merancang Ulang Kehidupan

Pada cincin tersebut, tersedia beberapa pilihan, mulai dari penerima panggilan hingga melakukan panggilan hanya dengan menggunakan perintah suara, dan juga memutar musik dari ponsel. Walaupun perangkat ini masih dalam sebatas pameran. Namun tidak mungkin hal ini bisa terjadi di masa mendatang dan memiliki manfaat yang sangat penting.

“Kami ingin beradaptasi dengan perkembangan cara manusia berkomunikasi dalam 30 tahun ke depan. Ini juga menjadi cara kami menjembatani perkembangan teknologi mobile dengan bidang fesyen,” Kata Chief Marketing Officer O2 Nina Bibby, seperti dilaporkan Metro UK.

Pearson juga menuturkan teknologi ini bisa berdampak ke cara manusia berkomunikasi di masa depan. Dengan hanya mendekatkan jari ke telinga, sebetulnya teknologi tersebut sudah cukup futuristik dan mencerminkan tahap awal wearable. 

Menurutnya juga, masih terlalu dini untuk penerapan teknologi seperti menanamkan komponen di dalam tubuh manusia. Pihak O2 sendiri belum akan memproduksi teknologi ini, pihaknya hanya ingin mencoba beradaptasi dengan cara penggunanya berkomunikasi. ** (SS)

SHARE