Ikan yang Sering Dimakan Ini, Miliki Efek Bahaya | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Ikan yang Sering Dimakan Ini, Miliki Efek Bahaya
Sopan Sopian | Sex & Health

Rasanya yang lezat dan dagingnya yang empuk, tidak heran jika ikan yang sering dimakan dan menjadi favorit kuliner setiap orang. Bahkan, ikan adalah makanan yang rendah kalori, berprotein tinggi yang baik untuk otak. Semua manfaat tersebut berasal dari asam omega 3 lemak tak jenuh ganda, populer disebut sebagai omega 3, yang banyak terdapat dalam minyak ikan. 

ikan yang sering dimakan -male Indonesia

Pixabay.com

Namun ternyata ada beberapa jenis ikan yang sebaiknya jangan Anda makan berlebihan. Pasalnya ikan-ikan tersebut disamping memberikan asupan nutrisi tapi juga memasok zat-zat berbahaya yang tidak baik untuk tubuh. Lebih dari itu, jenis-jenis ikan ini adalah ikan yang sering dimakan sehari-hari. Jenis ikan apa saja yang dimaksud? Berikut deretannya.

Ikan Nila
Dagingnya yang empuk dan tebal, ditambah durinya yang tidak terlalu banyak, membuat ikan nila jadi makanan favorit. Namun menurut peneliti, daging ikan yang sering dimakan ini mengandung kosentrasi lemak yang berbahaya. 

Berdasarkan sebuah studi dari Universitas Wake Forest pada 2008 lalu, ikan nila mengandung lebih banyak omega 6 daripada omega 3 dengan rasio 11 banding 1. Meski omega 6 juga dibutuhkan tubuh, perbandingan rasio antara omega 6 dan 3 yang baik untuk tubuh adalah 2 sampai 4.

Baca Juga: Makanan Sehat Ini Ternyata Tidak Menyehatkan

Terlalu banyak asupan omega 6 bisa meningkatkan risiko asma, arthritis, dan kondisi peradangan lain dalam tubuh. Diberitakan FoxNews, penelitian tersebut juga memaparkan bahwa risiko radang dari mengonsumsi hamburger dan bacon babi lebih rendah daripada ikan nila budidaya. 

Jika terlalu banyak mengkonsumsi ikan nila, maka asupan kolesterol ke dalam tubuh akan semakin bertambah dan dapat membuat tubuh jadi sensitif terhadap alergi.

Ikan Tuna
Siapa sangka ikan yang selalu dianggap paling sehat dan masuk dalam daftar ikan yang sering dimakan ini ternyata tidak terlalu baik untuk dikonsumsi.  Ikan tuna mengandung banyak merkuri, terutama tuna sirip hitam dan biru. Menurut penelitian terhadap beberapa jenis ikan yang dilakukan di Amerika, termasuk di antaranya ikan tuna, mengandung merkuri.
 
Kandungan merkuri ini bisa menimbulkan keracunan jika tidak hati-hati dalam pengolahan dan pengonsumsiannya. Di dalam tubuh, merkuri menjadi neurotoksin karena mengganggu kerja otak dan sistem saraf, serta menimbulkan ancaman kesehatan lainnya. 

Seseorang yang mengalami keracunan merkuri biasanya juga akan menunjukkan gejala seperti penglihatan berkurang, tremor, mengalami gangguan ingatan, atau mati rasa yang parah. 

Bagi pria, efek dari merkuri ini akan memengaruhi kesuburan. Tapi jangan terburu khawatir dengan kandungan merkuri yang ada di dalam ikan tuna. Ikan ini masih tergolong aman, selama Anda mengonsumsinya dengan bijak dan tahu mana jenis ikan tuna yang sekiranya aman untuk dikonsumsi.

Ikan Lele
Lele adalah ikan air tawar yang mengandung berbagai nutrisi penting bagi tubuh, termasuk protein, asam lemak omega-3, serta vitamin B kompleks. Secara teknis ikan yang sering dimakan ini juga tidak masalah dikonsumi. 

Namun yang jadi masalah sejumlah peternak nakal suka memberi hormon tertentu agar lelenya tumbuh lebih besar dari ukuran normalnya. Jika sampai ke dalam perut manusia, efeknya bisa berbahaya. 

Apalagi jika ikan lele tersebut tercemar dengan zat karsinogen yang memicu kanker. Ikan lele bisa tercemar zat karsinogenik dapat disebabkan oleh budidaya yang kurang baik di mana perairan budidaya ikan lele tersebut sudah tercemar berbagai jenis polutan (bahan penyebab polusi). Jadi, Anda mesti berhati-hati. ** (SS)

 

SHARE