Napak Tilas Klub Eksklusif di Tanah Batavia | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Napak Tilas Klub Eksklusif di Tanah Batavia
Gading Perkasa | Story

Dahulu kala, di tanah Batavia pernah berdiri sebuah klub eksklusif. Tepatnya pada tahun 1800-an, ketika negeri kita masih berada di bawah penjajahan Belanda. Ya. Jauh sebelum Indonesia meraih kemerdekaan.

klub eksklusif male indonesia 1
Tropenmuseum, part of the National Museum of World Cultures

Seorang pengusaha bernama Justus van Maurik terkejut, ketika menerima undangan guna menghadiri pesta dansa dari Gubernur Jenderal Van der Wijck. Undangan tersebut jatuh pada hari Minggu, 2 Agustus 1898 pukul 21.00 di Societeit de Harmonie.

Harmonie merupakan salah satu perkumpulan (societeit) elite di Batavia. Pada akhir abad ke-19, berbagai soos (akronim dari societeit) didirikan di kota-kota besar Hindia Belanda. “Soos Batavia paling bergengsi dan menjadi model bagi seluruh soos di Hindia,” tulis Rudolf Mrazek dalam Engineers of Happy Land.

Hanya kalangan pengusaha, priayi serta pejabat saja yang boleh datang ke klub eksklusif seperti Harmonie. Gedungnya terletak di sudut Rijswijk (kini Jalan Veteran) dan Rijswijkstraat (kini Jalan Majapahit). Didirikan pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Daendels (1808-1811) kemudian dilanjutkan oleh Letnan Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles dan diresmikan pada 1815.

Baca juga: Roti Jadul Tan Ek Tjoan: Sepotong Memori Ibukota

Pesta peresmian berjalan meriah. Beragam atraksi termasuk pesta dansa dimulai pukul 21.00 hingga dini hari. Pada peresmian itu, Raffles membuang kunci pintu gedung ke sungai Ciliwung yang mengalir di depannya sebagai simbol bahwa pintu gedung Harmonie tidak akan pernah ditutup.

Sebagai societeit, Harmonie menjadi tempat saling berkumpul, mengobrol sembari menikmati secangkir kopi, teh, minuman beralkohol, merokok, main kartu, bahkan main biliar. Tidak ketinggalan pesta dansa yang meriah.

Bukan cuma menyediakan lantai dansa dan restoran, klub eksklusif ini memiliki fasilitas ruang baca serta ruang biliar yang dapat dimanfaatkan para anggotanya. Kaum pribumi mengenal gedung tersebut sebagai Rumah Bola.

Kemegahan gedung dan kemeriahan pesta dansa digambarkan seorang perwira Hindia Belanda, WA Rees dalam tulisannya tentang pesta perayaan ulang tahun Ratu Belanda pada 1940-an. “Atas nama gubernur jenderal, residen sudah mengirim 2.000 undangan kepada semua orang yang punya hubungan dengan pemerintah. Tiga dari empat aula hanya dipisahkan oleh tiang-tiang dan membentuk sebuah ruang pesta raksasa,” tulisnya dalam Herineringen van Een Indisch Officier.

Pesta dansa diselenggarakan setiap hari Minggu malam. Menurut Rees, ratusan wanita cantik ditempatkan di tiga baris kursi yang diletakkan memanjang di depan dinding-dinding berhias. Semua tampak gembira, termasuk para tamu undangan yang mengikuti pesta.

Usia Harmonie mencapai 170 tahun dan tercatat sebagai klub eksklusif masyarakat Eropa tertua di kawasan Asia. Sayangnya, Harmonie diruntuhkan pada tahun 1985 tanpa sebab yang jelas dan disesalkan banyak pihak. Kendati demikian, namanya tetap abadi sampai saat ini.**GP

SHARE