Aplikasi Jepret Foto Unik Buatan Negeri Ginseng | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Aplikasi Jepret Foto Unik Buatan Negeri Ginseng
Gading Perkasa | Digital Life

Di era digital seperti sekarang, aplikasi jepret foto menjadi aplikasi wajib diinstal di smartphone setiap orang. Alasan utamanya tentu saja demi menghasilkan foto terbaik. Maka dari itu, para developer berlomba-lomba menciptakan aplikasi jepret foto instan disertai keunggulan tersendiri guna memuaskan pecinta gadget.

aplikasi Jepret foto - male Indonesiapexels.com

Menariknya, sebuah aplikasi bernama Gudak Cam terkesan mencoba melawan arus foto instan digital. Meniru cara kerja kamera jadul sekali pakai, dimana foto yang diambil tidak serta-merta dapat langsung dilihat. Pengguna harus menunggu ‘proses pencucian foto’ selama tiga hari, barulah hasil jepretan muncul.

Dalam pengambilan foto, MALEnials juga tidak bisa menggunakan aplikasi jepret foto ini secara asal-asalan. Gudak Cam mengharuskan penggunanya mengisi ‘roll film’ virtual berisi 24 frame terlebih dahulu. Setelah semua frame terpakai habis, ada jeda beberapa jam sebelum ‘roll film’ baru bisa ‘dimasukkan’ ke dalam aplikasi.

Walau terbilang menyusahkan, pada kenyataannya aplikasi iOS seharga kurang dari 1 US Dolar tersebut malah sangat populer di Korea Selatan dan Jepang. Khususnya di kalangan generasi muda. Alasannya mungkin berkaitan akan sifat Gudak Cam yang membangun antisipasi selagi pengguna menunggu hasil foto jepretan selama berhari-hari.

Baca juga: Sering Salah Ketik di Smartphone? Ini Solusinya

Gudak Cam muncul di tengah tren kamera film yang kembali menjadi tren. Selayaknya kamera film jadul, pengguna mesti memperhitungkan secara matang dan berhati-hati sebelum mengambil foto agar frame tidak terbuang sia-sia.

Tampilan aplikasinya mengingatkan kita kepada bentuk kamera disposable Kodak. Pengguna diarahkan membidik lewat mini-viewfinder di dalam aplikasi, sehingga menambah kesan retro. Ada pun berbagai efek visual bisa ditambahkan, seperti random light leak serta color cast yang umum dijumpai di kamera jadul sekali pakai.

Berdasarkan sebuah laporan dari Nikkei Asian Review, aplikasi jepret foto besutan startup asal Korea Selatan, Screw Bar ini telah mencapai 1,3 juta unduhan hanya dalam kurun waktu dua bulan sejak pertama dirilis pada Juli 2017 silam.

Sekedar informasi, di Google Play Store sendiri juga terdapat aplikasi Android serupa. Aplikasi itu bernama Kudak Pro, yang juga menyajikan 24 frame dalam satu roll film virtual. Perbedaannya adalah, waktu ‘pencuciannya’ jauh lebih singkat, sekitar satu hari. Bagaimana MALEnials, tertarik mencoba mengabadikan gambar dengan sensasi ala fotografer tempoe doeloe?**GP

SHARE