Wisata Unik ke Bekas Uji Coba Bom Atom  - Male Indonesia
Wisata Unik ke Bekas Uji Coba Bom Atom 
Sopan Sopian | Relax

Melakukan perjalanan wisata ke bekas uji coba bom atom tentu memiliki kepuasan tersendiri. Uji coba bom atom pernah berlangsung di Alomogordo, 16 Juli 1945. Kala itu, sejumlah ilmuwan Proyek Manhattan menyaksikan kekuatannya yang mengerikan untuk pertama kali di tengah Padang Meksiko. Tapi kini, tempat kelahiran bom atom tak ubahnya tempat wisata.

Wisatawan saat berkunjung ke Trinity Site, Meksiko/Foto by Craig Dietrich/Flickr

Meski mengerikan, wisatawan tetap saja datang untuk wisata ke bekas uji coba bom atom ini. Bahkan sepertinya mereka acuh tak acuh pada risiko radioaktif yang berada di Trinity Site ini. Padahal, bertahun-tahun setelah uji coba bom atom pertama, tak banyak yang bisa ditunjukkan oleh Trinity Site. Yang tersisa hanya padang bisu yang berpagar dengan monumen di bagian tengahnya. Anehnya, turis-turis seperti tidak ada bosannya.

Trinity Site berada di wilayah White Sands Missile Range. Ini sebabnya Trinity Site tidak dibuka sepanjang tahun. Tempat ini biasa buka pada Sabtu pertama bulan April dan Oktober. Jadi cocok untuk Anda yang masih kurang berlibur setelah sederet liburan tahun baru. Masih banyak waktu untuk mempersiapkan perjalanan menantan ini. Apalagi bagi Anda yang tertarik dengan wisata sejarah. Tempat ini tentu akan membuat Anda mendapatkan pengalaman baru.

Jika berminat ke Trinity Site, wisatawan harus siap menghadapi Jornado del Muerto (Perjalanan Kematian). Penguasa Spanyol memberi nama bagi wilayah ini karena medannya yang tipikal gurun yang sunyi dan mengacam kehidupan. Meski dianggap sebagai perjalanan kematian, pemandangan sekitar cukup memberi nuansa lain. Bahkan bagi sebagian orang cukup indah untuk dinikmati.

Wisatawan berkumpul di Trinity Site/Foto by Danapit/Wikipedia

Selain Trinity Site sebagai pusat perhatian, masih ada sejumlah obyek-obyek lain di sekitarnya. Mulai dari International Space Hall of Fame di Alamogordo hingga taman dan museum missile atau rudal di markas besar White Sands Missile Range. Karena tak dibuka sepanjang tahun, bisa jadi saat dibuka wisatawan yang datang cukup ramai. Meski tempat ini terlihat sudah pudar, masih terbaca cukup jelas peringatan yang ada di sana: "Hati-hati Bahaya Radioaktif." 

Baca Juga: Fenomena Menakjubkan Dini Hari Kawah Ijen

Wilayah Ground Zero dikelilingi pagar kawat. Di sebelahnya terdapat benda berukuran jumbo, yakni sebuah kontainer besi seberat 214 ton. Untuk diketahui, kontainer itu dibangun untuk menyimpan radioaktif plutonium dari tembakan yang meleset agar tidak tersebar kemana-mana. Namun akhirnya wadah ini tidak digunakan. Di sekitar pagar terdapat penjaja pernak-pernik cinderamata.

Sejarah dan Monumen Batu di Trinity Site
Manhattan Project merupakan proyek bom atom terbesar yang amat dirahasiakan, setidaknya sampai bom atom pertama diujicobakan. Proses uji coba ini mengunakan kode Trinity yang dijalankan dengan penuh rahasia. Para ilmuwan sendiri memiliki sebutan bagi bom yang mereka ciptakan, yaitu "gadget".

Tulisan yang berada di Trinity Site/Foto by Flickr upload bot/Wikipedia

Gadget adalah perangkat plutonium yang menggunakan ledakan konvensional untuk menekan inti plutonium hingga masa kritis. Selanjutnya mengonversi materi menjadi energi dengan ledakan kataklismik yang membutakan. Para ilmuwan yang terlibat di Proyek Manhattan tinggal di bagian Utara New Mexico, di bekas Los Alamos Ranch School.

Setelah berbagai pertimbangan, para ilmuwan memilih lokasi terisolasi yang saat itu disebut Alamogordo Bombing Range. Dari mana datangnya Trinity tidak ada yang sepenuhnya tahu. Namun menurut informasi, Oppenheimer, sang pemimpin proyek, mengambil nama ini dari kitab Hindu. Trinity berarti Pencipta (Brahma), Pelestari (Wishnu), dan Perusak (Syiwa). Meskipun Yahudi, Oppenheimer menaruh minat pada budaya Hindu.

Bahkan saat Oppenheimer melihat hasil karyanya menyelimuti Gurun Mexico, yang terpikir olehnya adalah sebuah kutipan dari kitab Hindu “Bhagavad Gita". Maknanya, “Aku menjadi kematian, sang penghancur dunia”. Kini, Trinity Site “dingin”, rata, dan tidak menarik. Dari tempat parkir, jalur berpagar kawat sejauh seperempat mil, merentang garis ke Ground Zero yang juga terkurung dengan pagar melingkar.

McDonald Ranch House/Foto by Bomazi/Wikipedia

Tepat di Ground Zero berdiri monumen batu biasa. Di sebelahnya terdapat gerigi besi yang menjadi kaki menara setinggi 100 kaki tempat bertumpunya bom. Meski tak banyak meninggalkan bekas kedahsyatan bom atom, tetap muncul satu pertanyaan penting. Apalagi dengan adanya tanda peringatan. Apakah Trinity Site masih memaparkan radioaktif?

Menurut brosur resmi, rata-rata tingkat radiasi hanya 10 kali lebih besar dibandingkan radiasi alami wilayah sekitar. Satu jam kunjungan di dalam wilayah berpagar akan memberikan paparan radioaktif ke seluruh tubuh sebesar 1-1,5 miliroentgen (mrem). Sementara umumnya warga AS menerima paparan radioaktif alami sebesar 90 mrem setiap tahun.

Jika tertarik, wisatawan juga bisa melakukan napak tilas ke rumah peternakan McDonald tempat para ilmuwan merakit inti bom plutonium. Bangunan ini menjadi landmark nasioal pada tahun 1975 meski tak lebih dari sebuah bangunan reot. Kincir angin di bagian luar disudah runtuh dan tanki air yang digunakan para ilmuwan untuk mendinginkan diri sudah tak terisi. Lumbung dan bangunan luar sudah lapuk. Namun bangunan tersebut tetap berdiri menyimpan sejarah dalam diam bagaikan saksi bisu. ** (SS)

SHARE