Teknologi Kecerdasan Buatan Berdampak Negatif? - Male Indonesia
Teknologi Kecerdasan Buatan Berdampak Negatif?
MALE ID | Digital Life

Perkembangan teknologi mempunyai pengaruh cukup signifikan terhadap kehidupan manusia, begitu pula teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang tengah dibuat. Namun banyak pihak beranggapan, jika AI berpotensi mendatangkan kemungkinan terburuk bagi dunia. Bagaimana itu bisa terjadi?

Teknologi-kecerdasan-buatan-male-indonesia
Photo by deltaMike on Visual hunt / CC BY

Seperti yang telah diketahui, kita sedang berada di Abad ke-21 dimana kemajuan teknologi tengah berkembang pesat. Hal ini dibuktikan dengan adanya berbagai peralatan cerdas seperti robot, virtual assistant serta software canggih lainnya, termasuk teknologi kecerdasan buatan.

Beberapa pakar teknologi mengatakan, AI dapat berpikir layaknya manusia bahkan cenderung melampaui kecerdasan manusia itu sendiri. Tunggu dulu, di samping dampak positif, para pakar juga memprediksi bahaya atau dampak negatif yang mungkin ditimbulkan jika teknologi kecerdasan buatan terus-menerus dikembangkan. Berikut penjelasannya, MALEnials.

Baca juga: Invasi Kecerdasan Buatan di Beberapa Disiplin Ilmu

AI Mengungguli Kecerdasan Manusia
Dalam dunia teknologi, dikenal dua kelompok AI. Yaitu AI ‘kuat’ dan ‘lemah’. Yang berada di sekitar kita saat ini ialah AI lemah seperti smartphone, virtual assistant dan PC dimana segala sesuatunya telah diprogram terlebih dahulu. Sedangkan AI kuat memiliki nalar seperti manusia dan bisa membuat keputusan sendiri tanpa memerlukan input manusia.

AI Menjadi Pembohong
Sejatinya, kebiasaan suka berbohong merupakan sifat alami manusia. Namun pada kenyataannya sifat ini dapat dimiliki para AI suatu saat nanti. Para ilmuwan dari Georgia Institute of Technology, Atlanta, Amerika telah melakukan percobaan terkait hal tersebut. Mereka mengembangkan algoritma yang memungkinkan robot dapat memutuskan untuk menipu orang lain atau tidak.

Robot Meminta Hak yang Sama
Menurut seorang ahli teknologi, AI kuat disinyalir akan mempunyai kesadaran dan penalaran layaknya manusia. Sehingga robot bisa meminta hak yang sama. Di antaranya menjadi tentara, meminta tunjangan bahkan status kewarganegaraan.

Pekerjaan Diambil Alih Robot
Bukan rahasia lagi jika robot akan mengambil alih pekerjaan manusia di masa mendatang. Prediksi para konsultan PricewaterhouseCoopers (PwC) menyebutkan, robot akan mengambil alih pekerjaan dengan prosentase berbeda-beda di tiap negara. Yakni 21% di Jepang, 30% di Inggris, 35% di Jerman serta 38% di Amerika Serikat sekitar tahun 2030 mendatang. Abad berikutnya, angka itu meningkat menjadi 50%.

Baca juga: Kuasa Robot Mengambil Alih Tugas ini Di Masa Depan

AI Berubah Menjadi Mesin Pembunuh
Kemungkinan terburuk atau dampak negatif teknologi kecerdasan buatan terhadap dunia yang terakhir, robot dapat membunuh tanpa campur tangan manusia. Rumor beredar, robot pembunuh otomatis sudah diciptakan dan dipakai di negara Israel dan Korea Selatan. Robot tersebut bernama SGR-A1, mirip kamera pengintai namun memiliki mesin senapan berkekuatan tinggi. Yang menyeramkan ialah, SGR-A1 bisa  menembakkan peluru secara otomatis ke arah target.**GP

SHARE