Berbahayakah Konsumsi Keju Berlebih bagi Pria? - Male Indonesia
Berbahayakah Konsumsi Keju Berlebih bagi Pria?
Gading Perkasa | Sex & Health

Segala sesuatu yang dikonsumsi secara berlebih tentu bisa mendatangkan risiko, salah satunya konsumsi keju. Bagi kaum adam, keju berpotensi mengancam kesehatan mereka. Benarkah demikian?

konsumsi keju-male IndonesiaPixabay.com

Sebuah penelitian mengungkapkan, konsumsi keju terlalu sering atau lebih dari tiga lembar keju per harinya akan mempertaruhkan kesempatan pria menjadi seorang ayah di masa depan.

Akademisi Harvard telah menemukan fakta bahwa pria yang mengonsumsi tiga iris keju setiap hari memiliki kualitas sperma lebih buruk dibandingkan pria lain. Porsi itu meliputi 28 gram keju, satu sendok es krim atau segelas penuh susu berlemak.

Seorang ilmuwan dari Harvard School of Public Health, Boston, Amerika membandingkan diet dari sebanyak 189 pria berusia 19 sampai 25 tahun. Para responden yang di tes tidak mempunyai kelebihan berat badan. Bahkan mereka sangat bugar dan setidaknya rajin berolahraga selama 90 menit.

Masing-masing diminta mengisi kuisioner guna menjawab seberapa sering mereka mengonsumsi produk susu (termasuk keju), buah-buahan, daging dan jenis makanan lainnya selama satu minggu. Para peneliti juga memeriksa sperma mereka termasuk seberapa cepat perjalanan dan bentuknya.

Baca juga: Jangan Berlebihan Konsumsi Kopi, Bisa Bikin Mr P Loyo!

Hasilnya cukup mencengangkan. Pria yang mengonsumsi lebih dari tiga porsi makanan penuh lemak susu per harinya memiliki kualitas sperma lebih buruk 25% dibandingkan mereka yang mengonsumsinya dalam jumlah sedikit.

Myriam Afeiche selaku pemimpun penelitian tersebut menjelaskan jika hormon estrogen pada sapi betina di dalam susu dapat memengaruhi tingkat kesuburan pria.  Belum lagi kemungkinan adanya kandungan racun berupa pestisida di produk susu. 

"Meskipun produk susu dengan kadar lemak tinggi berpengaruh negatif terhadap kualitas sperma, masih sangat sedikit penelitian yang benar-benar memeriksanya," ujar Afeiche. “Kehadiran senyawa lain dalam susu juga memungkinkan. Antara lain pestisida, polusi terklorinasi dan logam berat yang dapat menjelaskan hubungan ini,” ujarnya lagi.

Kendati demikian, hal itu ditanggapi berbeda oleh pakar kesuburan di Universitas Sheffield dan Ketua British Fertility Society, Dr. Allan Pacey. Ia mengatakan, pria tidak perlu menyerah dan berhenti konsumsi keju atau susu murni atas dasar penelitian semata.

“Kesuburan pria bisa saja berkurang, tetapi tidak akan memberikan masalah besar bagi kehamilan. Saya tidak ingin membuat pria takut mengonsumsi produk susu. Di penelitian lain, para peneliti yang sama menemukan pria dengan konsumsi karbohidrat cukup banyak memiliki sedikit sperma,” tutur Pacey.**GP

SHARE