Berani Coba Ultra Maraton? Ini Persiapan Wajibnya - Male Indonesia
Berani Coba Ultra Maraton? Ini Persiapan Wajibnya
MALE ID | Sport & Hobby

Ultra maraton yang juga disebut ultra distance atau ultra running, adalah jenis olahraga lari jarak jauh. Untuk konsepnya sendiri tidak jauh berbeda dengan maraton. Namun perbedaan mendasarnya adalah jarak yang ditempuh. Dalam olahraga ultra maraton, jarang yang ditempuh panjang dari pada maraton biasa, yaitu 42 km. Pada ultra maraton, jarak lari di atas 50 km bahkan bisa sampai di atas 150 km.

ultra-maraton-male-IndonesiaPixabay.com

Vic Clapham adalah orang pertama yang mencetuskan ultra running dengan menempuh jarak dua kota di Afrika Selatan yaitu Pietermaritzburg kota kelahirannya, dan Durban. Pada 24 Mei 1921 menjadi waktu pertandingan ultramarathon yang pertama dengan batasan waktu 12 jam dan jarak yang ditempuh sekitar 89 kilometer.  

Ada dua jenis event ultramarathon yaitu Standar dan Non-standar. Dalam kategori standar biasanya yang diperlombakan adalah nomor 50 kilometer, 50 mil, 100 kilometer, 100 mil, 24 jam, 200 kilometer, 48 jam, 200 mil, 6 hari, 1000 kilometer, dan 1000 mil. Berbeda dengan jenis olahraga yang dipertandingkan di olimpiade, tujuan dari peserta ultra running kebanyakan bukanlah medali atau memenangkan suatu pertandingan. 

Tidak sedikit peserta ultra running yang menjadikan ultramarathon untuk memenuhi kepuasaan batin. Nah, bagi Anda yang ingin mengikuti olahraga ini, Anda harus benar-benar mempersiapkan segala sesuatunya. Karena persiapan ultra maraton berbeda dengan olahraga maraton biasa.

Menurut The Clymb, ada empat hal yang membuat persiapan bagi ultra maraton berbeda dari maraton. Pertama, ultra maraton bukan soal kecepatan, melainkan daya tahan luar biasa. Oleh karena itu untuk persiapannya lebih baik dengan cara berlatih lari jarak jauh dengan kecepatan yang lebih santai sehingga pikiran dan tubuh terbiasa. 

Baca Juga: Manfaat Olahraga Paralayang Terhadap Kesehatan

Kedua, jika latihan untuk maraton sebaiknya dilakukan dengan berlari jarak jauh sekali dalam seminggu dengan jarak yang bertambah sekitar 1,5 km setiap minggunya, latihan untuk ultra dilakukan dengan lari jarak jauh sedikitnya sekali dalam seminggu. Artinya, Anda mesti berlatih lari jarak jauh lebih sering dalam sepekan.

Ketiga adalah soal nutrisi. Gagal mengisi kalori yang dibutuhkan tubuh tak akan membuat Anda maju sampai garis finis, juga dapat menyebabkan sakit perut, diare, bahkan pingsan.

Keempat, barang bawaan saat lari ultra maraton jauh lebih banyak dibandingkan yang dibawa pelari maraton karena jarak antara pos bantuan akan sangat jauh. Beberapa barang penunjang yang biasa dibawa saat lari adalah air minum, makanan, kaus kaki, sarung tangan, jaket, kaus cadangan, pelembap kulit, plester, lampu kepala, dan bandana.

Pola Latihan
Salah satu atlet elit ultrarunning atau ultra maraton, Rob Krar memberikan saran untuk olahraga yang terbilang ekstrem ini. Ia mengatakan bahwa jalanilah hidup sehari-hari dengan santai agar dapat memiliki fokus di hari latihan dengan intensitas tinggi. Saat melakukan latihan, lebih baik melakukannya dengan sendiri. 

Selain itu, jadwal latihan tidak perlu terlalu berat. Paling penting dalam latihan ini adalah jadwal yang sesuai dengan porsinya.  Lakukan latihan ringan, lalu latihan berat dengan intensitas penuh, dan hormati hari istirahat untuk memulihkan diri. 

Rob Kar sendiri memiliki beberapa latihan kunci meski tidak semua dilakukannya. Ia mengaku, hanya melakukan satu latihan tiap 7 hari, atau mungkin 2 latihan tiap 10 hari. Dari latihan tersebut, ia hanya berlatih dengan berlari santai sejauh 10 mil hingga 15 mil. Tapi ia menegaskan bahwa bukan pula persoalan jarak, karena menurutnya yang terpenting adalah Intensitas. ** (SS) 

SHARE