Morrissey, Ikon Musik British yang Mendunia - Male Indonesia
Morrissey, Ikon Musik British yang Mendunia
Gading Perkasa | News

Bagi Anda penggemar musik beraliran britpop, rasanya sudah tidak asing lagi dengan sosok ikon musik british bernama Morrissey. Ya, mantan pentolan band legendaris The Smiths ini telah melahirkan banyak sekali karya yang senantiasa laris pada masa kejayaannya.

ikon musik british 1 - male indonesia
Charlie Llewellin

Steven Patrick Morrissey lahir di kota Manchester, Inggris pada 22 Mei 1959 silam. Kedua orangtuanya, Peter dan Elizabeth Morrissey merupakan imigran asal Irlandia yang religius dan sederhana. Sang ayah bekerja sebagai kurir di rumah sakit, sedangkan ibunya seorang asisten pustakawan.

Ia mengawali kariernya di dunia musik sejak tahun 1978, di usia 19 tahun dan membentuk band bernama The Nosebleeds. Band ini sebenarnya sempat bermain di beberapa konser dan muncul di majalah. Sayang seribu sayang, tidak satupun karya mereka masuk ke dapur rekaman. Alhasil, The Nosebleeds bubar di tahun terbentuknya.

Cikal bakal lahirnya The Smiths berawal di tahun 1982, ketika Morrissey bertemu Johnny Marr. Mereka membuat lagu bersama yang kemudian dituangkan ke dalam sejumlah demo. Melihat ada perkembangan, ikon musik british tersebut mencari personil lain dan mendapati Mike Hoyce serta Dale Hibbert. Keempatnya sepakat membentuk The Smiths.

Baca juga: Menengok Sisi Lain Chris Martin, Vokalis Coldplay

ikon musik british 2 - male indonesia
Melissa Godoy/flickr

Melalui syair bertema dramatis, sarkasme, suram dan menggambarkan keprihatinan atas beragam masalah sosial, nama Morrissey dkk. langsung meroket. Tidak lama sejak didirikan, karya The Smiths selalu menempati posisi teratas di berbagai tangga lagu Britania Raya.

Perjalanan The Smiths kian sukses. Banyak orang menganggapnya sebagai salah satu band Inggris paling berpengaruh di belantika musik kala itu. Bahkan, para kritikus musik menyebut mereka sebagai band rock alternatif terpenting yang muncul di kancah musik independen Inggris era 80-an.

Lima tahun berselang, pada tahun 1987, The Smiths resmi bubar. Namun, kiprah Morrissey di dunia musik terus berlanjut, dimana ia memutuskan bersolo karier. Tampaknya langkah Morrissey terbilang tepat. Tanpa meninggalkan ciri khasnya membuat lagu bertema sarkasme dan sinisme, album perdananya, Viva Hate (1988) merajai berbagai tangga lagu di Inggris dan Swedia.

Fase keemasan ikon musik british ini berada di tahun 1994. Penjualan album Vauxhall and I, serta single di dalamnya, The More You Ignore Me, The Closer I Get berhasil membawa Morrissey menduduki puncak karir. Lagu-lagunya seperti Alma Matters, First of The Gang to Die serta Let Me Kiss You digandrungi para pecinta musik britpop. Terakhir ia merilis album Low in High School pada 17 November 2017, di bawah naungan BMG Records.

Sekedar informasi, Morrissey pernah mengadakan konser di Indonesia sebanyak dua kali. Konser pertamanya diselenggarakan 10 Mei 2012. Kemudian, ia kembali menghibur tanah air pada 12 Oktober 2016. Kedua penampilannya berhasil memukau penonton. Hal ini membuktikan, beragam karyanya mempunyai dampak positif terhadap pergerakan musik di dunia. Ikon musik british tersebut juga dinobatkan sebagai salah satu penulis lirik lagu terbaik sekaligus seniman paling berpengaruh sepanjang masa.**GP

SHARE