Mata Uang Digital yang Jadi Alternatif Bitcoin - Male Indonesia
Mata Uang Digital yang Jadi Alternatif Bitcoin
MALE ID | Digital Life

Bagi MALEnials yang mengikuti perkembangan teknologi, tentu tidak asing lagi mendengar mata uang digital bernama Bitcoin. Wajar saja, karena Bitcoin disebut-sebut sebagai salah satu jenis cryptocurrency paling bernilai di seluruh dunia.

mata uang digital - male IndonesiaPexels.com

Cryptocurrency sendiri adalah sebuah penemuan di internet. Yaitu mata uang digital yang beroperasi secara independen tanpa campur tangan bank sentral. Langkah inovatifnya, bagaimana membuat sebuah sistem di mana uang tidak terikat oleh lokasi geografis.

Kendati menjadi cryptocurrency yang paling banyak diperbincangkan di masyarakat, sejatinya ada lebih dari 3.000 jenis mata uang digital di dunia ini yang bisa menggantikan Bitcoin. Dikutip dari Hongkiat, berikut beberapa cryptocurrency dengan kapitalisasi pasar terbesar berdasarkan analisa CoinGecko. Antara lain:

Baca juga: Bitcoin, Ancaman Mata Uang Konvensional

Dash
Dash merupakan kepanjangan dari Digital Cash yang awalnya bernama Darkcoin. Namanya kemudian diganti demi keperluan pemasaran. Dash menggunakan algoritma X11 dengan 11 putaran fungsi yang berbeda-beda. Algoritma tersebut diklaim lebih cepat dan efisien. Kapitalisasi pasar Dash berkisar di angka 113 juta US Dollar.

Monero
Monero ialah mata uang digital yang berfokus pada privasi, sehingga lebih aman dan agak sulit dilacak. Mata uang ini banyak dimanfaatkan oleh para anonim di dunia maya. Kapitalisasi pasarnya sekitar 181 juta US Dollar.

Litecoin
Litecoin atau LTC dirilis secara resmi ke publik pada tahun 2011. Penciptanya tidak lain mantan karyawan Google, Charles Lee. Ia bertujuan membuat mata uang yang lebih baik sebagai alat transaksi barang dan jasa. Kini, Litecoin mempunyai kapitalisasi pasar sekitar 200 juta US Dollar.

Ripple
Ripple atau lebih dikenal dengan XPR awalnya dikembangkan secara tertutup oleh Ripple Network guna membuat sistem pembayaran yang aman, mudah, dan cepat. Akan tetapi di tahun 2013, pihak pengembang mengubahnya menjadi open source di bawah lisensi ISC. Algoritma Consensus memungkinkan proses pembayaran, pertukaran, dan pengiriman uang secara terdistribusi. Kapitalisasi pasar Ripple sekitar 234 juta US Dollar.

Ether
Tidak sedikit pihak mencoba menyaingi popularitas Bitcoin. Sayang belum ada yang berhasil melakukannya. Hingga pada 2014 silam Vitalik Buterin membuat sebuah platform bernama Ethereum. Platform ini mempunyai mata uang virtual seperti Bitcoin yang diberi nama Ether. Kemampuannya sebagai alat pembayaran dengan cara peer-to-peer membuat banyak orang menyukainya. Kini, nilai seluruh Ether di dunia sudah mencapai angka 942 juta US Dollar.

Zcash
Kelebihan Zcash dibandingkan mata uang digital lainnya yakni mampu mengenkripsi transaksi termasuk nominalnya sehingga mustahil dilacak. Diciptakan berdasarkan algoritma kriptografi yang disebut zero knowledge proof. Zcash memungkinkan pengguna membuktikan bahwa mereka memiliki uang tanpa menunjukkan identitas atau uang yang akan ditransaksikan.**GP

SHARE