Isolasi Negara Terhadap Akses Internet Warganya - Male Indonesia
Isolasi Negara Terhadap Akses Internet Warganya
MALE ID | Digital Life

Dewasa ini, kemudahan akses internet memberikan dampak cukup besar bagi setiap negara. Nyaris seluruh lapisan masyarakat bisa menggunakan internet tanpa terkecuali, dengan akses informasi yang jauh lebih luas dan fungsi yang beragam. Internet mampu mengubah peradaban dunia.

pixabay.com

Tetapi bayangkan, bila pemerintah suatu negara memberlakukan aturan yang ketat terkait situs-situs di intenet seperti memblokir beberapa situs sosial media, blog, dan situs lainnya. Bahkan bagi beberapa negara, internet dianggap sebagai sebuah ancaman sehingga keberadaannya dibatasi atau bahkan ditiadakan. Hal itu dilakukan agar negara bisa mempertahankan otoritasnya dan tidak mendapat perlawanan dari rakyatnya sendiri.

Lantas negara mana saja yang tidak memberikan kemudahan akses internet bagi warganya? Berikut penjelasan singkatnya di bawah ini.

Burma/Myanmar
Myanmar memiliki sensor yang sangat ketat terhadap akses internet. Koneksi internet disana sangat dibatasi, bahkan tak sedikit situs yang diblokir. Penggunaan surel dan social networking lainnya juga dimonitor oleh pemerintah Myanmar. Bahkan banyak pebisnis gagal menjalankan bisnis akibat mahalnya tarif internet. Jadi bagi anda yang sedang berkunjung ke Myanmar dan ingin mengakses internet disana, bersiaplah untuk merogoh kocek dalam-dalam.

China
China melakukan penyaringan sangat ketat terhadap situs search engine, blog dan micro blogging dengan cara menghapus kata kunci yang dianggap berbahaya serta menghilangkan komentar berbau anti pemerintahan. Pemerintahnya bahkan memberikan arahan baik secara lisan maupun tulisan kepada situs berita utama disana supaya mengontrol aliran informasi.

Arab Saudi
Tidak kurang dari 400 ribu situs diblokir aksesnya di Arab Saudi. Mereka menutup situs-situs berkaitan dengan politik, sosial ataupun isu agama. Seorang blogger dipenjara selama beberapa bulan di akhir 2007 karena menyuarakan perubahan dan pembebasan kepada tahanan politik.

Kuba
Kuba adalah salah satu negara komunis yang mewaspadai pergerakan rakyatnya dalam hal kemudahan akses internet. Kuba lebih sensitif dan kerap mengambil tindakan cepat pada pergerakan blogger dibandingkan para demonstran yang melakukan aksinya di gedung pemerintahan. Di tahun 2007, pemerintah Kuba baru memperbolehkan warganya memiliki komputer pribadi. Para pejabat disana menyebut internet sebagai “Penyakit paling berbahaya di abad 21”.

Korea Selatan
Meski dinobatkan sebagai negara dengan koneksi internet tercepat di dunia, Korsel memiliki banyak aturan yang ketat dan wajib ditaati oleh warganya. Mereka harus menggunakan identitas asli ketika mengunggah sesuatu di dunia maya. Jika terbukti melanggar aturan tersebut, maka pengguna internet dapat dikenai hukuman penjara selama lima tahun. Beberapa pengguna ditangkap dan dihukum karena memberikan pujian kepada Korea Utara.

Korea Utara
Negara tetangga Korea Selatan ini bisa dikatakan tidak memiliki kemudahan akses internet. Korut hampir sepenuhnya terisolasi dari dunia maya, serta dunia internasional. Bahkan sebagian besar penduduknya tak pernah mendengar atau menyentuh internet.

Baca juga: Aturan unik dan Mengerikan di Korea Utara

Korut memiliki jaringan internet sendiri bernama Kwangmyong yang diresmikan pada tahun 2000, menyediakan fasilitas email, web dan situs berita. Tetapi, hanya orang-orang di dalam pemerintahan saja yang bisa mengakses teknologi ini.**GP

SHARE