Fenomena Aneh Perilaku Seksual, Sexomnia | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Fenomena Aneh Perilaku Seksual, Sexomnia
Gading Perkasa | Sex & Health

Sepertinya banyak orang masih mempunyai anggapan, bercinta sambil tidur mustahil dilakukan. Pada kenyataannya, hal itu bisa saja terjadi. Dimana seseorang menjalani aktivitas seksual kala matanya terpejam.

bercinta sambil tidur- male IndonesiaPhoto by Matthew Henry on Unsplash

Kondisi ini dinamakan sexomnia, dan agak mirip dengan penyakit tidur berjalan. Bedanya, sexomnia membuat seseorang berperilaku seksual saat mengistirahatkan tubuh dan pikiran. Sehingga, penderitanya tidak sadar sama sekali keesokan paginya.

Sayangnya, penyakit bercinta sambil tidur dapat menyebabkan jatuhnya korban seperti contoh kasus yang pernah terjadi di Swedia. Yaitu seorang pria dituduh memperkosa wanita. Alih-alih mendapat hukuman, pria tersebut dinyatakan tidak bersalah setelah hasil pemeriksaan menyebutkan bahwa ia mengidap sexomnia.

Baca juga: Pria Gemuk Memiliki Mr. P Pendek, Benarkah?

Seperti dilansir dari WebMD, Michel Cramer Bornemann, seorang Profesor Neurolog dari University of Minnesota, Amerika mengatakan, penderita sexomnia cenderung akan melakukan masturbasi ketika tertidur. "Insiden dimulai beberapa waktu sebelum pasangan memutuskan mencari bantuan. Episode masturbasi biasanya terjadi ketika dia takut gagal dalam memuaskan pasangannya baik secara emosional atau seksual. Tetapi perilaku anehnya semata-mata didasari gangguan tidur," ujar Bornermann.

Menurut Bornemann, kondisi tersebut pada dasarnya terjadi karena parasomnia. Sebuah pengalaman yang terjadi selama tidur. Ketika itu, otaknya kebingungan antara masih terjaga atau sudah terlelap.

"Penderitanya seperti terjaga dan menyadari apa yang dilakukan, tetapi sebenarnya dia tertidur dan tidak memiliki kontrol atas tindakannya. Perbuatannya bermacam-macam, bisa cuma cumbuan hingga hubungan seksual. Dalam beberapa kasus ekstrim bahkan kekerasan seksual," tuturnya.

Kendati dokter di seluruh dunia belum bisa memahami penyebab reaksi seksual, para ahli berasumsi. Minuman beralkohol, narkoba, stres dan kurang tidur merupakan pemicu sexomnia. Dapat dikatakan penyakit ini berbahaya bagi penderitanya. Yang lebih memprihatinkan lagi, rasa malu atas kondisinya bercinta dalam tidur.

Sejak tahun 1996, Dr. Colin Shaprio dan Dr. Nik Trajanovic dari University of Toronto serta Dr. Paul Fedoroff dari University of Ottawa menulis sebuah makalah tentang sexomnia. Sebelum hasilnya diterbitkan dalam Canadian Journal of Psychiatry pada Juni 2003, profesional di seluruh dunia menganggap sexomnia sebagai perilaku yang disengaja karena kondisi medis serius.

Penelitian itu kemudian dikaji ulang oleh para ahli. Hasilnya, mereka beranggapan sexomnia sebagai bagian dari gangguan tidur yang harus diobati sesegera mungkin. Bila terlambat ditangani, entah berapa banyak korban akan berjatuhan.**GP

SHARE