Bahaya Mengintai yang Suka Duduk Terlalu Lama - Male Indonesia
Bahaya Mengintai yang Suka Duduk Terlalu Lama
MALE ID | Sex & Health

Bagi Anda kaum adam yang suka duduk terlalu lama saat bekerja di kantor, ada baiknya segera mengurangi kebiasaan tersebut. Karena banyak bahaya mengintai bagi kesehatan Anda. Benarkah?

duduk terlalu lama - male IndonesiaPexels.com

Temuan terbaru terkait kondisi semacam ini barangkali mampu membuat Anda membuang sifat malas dan mulai bergerak. Dari penelitian yang dilakukan Centers for Disease Control and Prevention, ditemukan fakta bahwa semakin lama waktu duduk pria, semakin besar potensi mereka terkena masalah kesehatan.

Carolyn E. Barlow yang memimpin tim peneliti di Cooper Institute, Dallas mengatakan, pria dengan kebiasaan duduk terlalu lama cenderung mengalami obesitas dan berpengaruh terhadap level kebugaran mereka. “Faktor risiko lainnya adalah tingginya kolesterol dan gula darah,” ujar Carolyn.

Baca juga: Kurangi Konsumsi Gula, Berlebih Timbulkan Obesitas

Dalam penelitian, para partisipan pria diminta memberikan laporan terkait sebelas aktivitas fisik. Meliputi jalan kaki, berlari, dan bersepeda. Hasilnya, nyaris separuh dari jumlah responden mengaku menghabiskan tiga perempat waktunya dalam sehari untuk duduk.

Responden yang ambil bagian dalam riset ini memiliki derajat kesehatan cukup baik dan terdidik. Akan tetapi, tim riset kesulitan mengaplikasikan temuannya ke dalam populasi warga yang beragam. “Umumnya, mereka mengikuti studi karena rujukan dari perusahaan tempat mereka bekerja dan kemauan pribadi,” kata Carolyn.

Sementara itu, sebuah studi di Diabetes Research and Clinical Practice menemukan hubungan antara duduk berkepanjangan dan diabetes tipe-2. Penyebabnya dipicu oleh kegagalan tubuh menghasilkan cukup insulin guna mengubah gula darah menjadi energi.

Penelitian lain yang dilakukan University Health Network, Toronto, menyimpulkan bahwa kebiasaan duduk terlalu lama tidak hanya berisiko terkena diabetes, melainkan juga penyakit jantung, kanker dan berumur lebih pendek.

Maka memasukkan jadwal olahraga dalam aktivitas sehari-hari sangat berguna demi mengurangi waktu yang dihabiskan dengan duduk. "Hal itu otomatis menurunkan risiko diabetes, penyakit jantung atau stroke," tutur Carolyn.

Ulf Ekelund, Profesor di Norwegian School of Sports Sciences mengatakan, waktu satu jam latihan merupakan awalan baik bagi mereka yang duduk delapan jam sehari. Mulai dari berjalan kaki hingga bersepeda ke kantor. “Tidak perlu dilakukan sekaligus, tapi bisa disebar di sela-sela waktu duduk sepanjang hari,” ucap Ulf.**GP

SHARE