Gunung Agung yang Sempat Tertidur 120 Tahun - Male Indonesia
Gunung Agung yang Sempat Tertidur 120 Tahun
Sopan Sopian | Story

Letusan gunung Agung terakhir bereaksi terbilang sudah lama. Lalu, gunung yang berada di Bali ini memunculkan reaksinya lagi di September 2017. Gunung Agung adalah gunung tertinggi di pulau Bali dengan ketinggian 3.031 mdpl. Gunung ini terletak di kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, Indonesia. Pura Besakih, yang merupakan salah satu Pura terpenting di Bali, terletak di lereng gunung ini.

letusan gunung agung pixabay.com

Masyarakat Hindu Bali percaya bahwa Gunung Agung adalah tempat bersemayamnya dewa-dewa, dan juga masyarakat mempercayai bahwa digunung ini terdapat istana dewata. Oleh karena itu, masyarakat bali menjadikan tempat ini sebagai tempat kramat yang disucikan.

Selain itu, Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyebutkanbahwa Gunung Agung juga merupakan salah satu gunung aktif yang paling eksplosif di Indonesia, melebihi Gunung Merapi di Yogyakarta dan Gunung Sinabung di Sumatera Utara.

Di mana, mengutip laman Wikiedia, Gunung Agung adalah gunung berapi tipe stratovolcano, gunung ini memiliki kawah yang sangat besar dan sangat dalam yang kadang-kadang mengeluarkan asap dan uap air.

Meski disebut sebagai gunung yang mudah aktif, letusan gunung Agung ini tidak begitu banyak mencatat detail terkait letusannya. Catatan awal tentang letusan Gunung Agung yang terekam adalah di tahun 1808. Tahun-tahun berikutnya tercatat, meletus di tahun 1808, 1821, 1843, dan pada tahun 1963 Gunung ini meletus dengan dahsyatnya.

Pada awalnya, letusan gunung Agung berhasil melontarkan abu dan batu apung dengan jumlah luar biasa. Kemudian memuntahkan juga uap dan abu vulkanik.

Sempat Tertidur 120 Tahun
Gunung tertinggi di Bali yang konon bisa melihat puncak Gunung Rinjani yang berada di pulau Lombok di sebelah timur ini sempat tertidur lama, 22 tahun. Setelah letusan kedua pada tahun 1821. Kala itu, Gunung Agung kembali erupsi. Letusannya dinilai tak sedahsyat letusan pertama.

Nah, 22 tahun kemudian, letusan ke tiga pada tahun 1843 terjadi. Sebelum letusan, terjadi sejumlah gempa bumi, muntahan abu vulkanik, pasir, serta batu apung. Setelah puas memuntahkannya yang ketiga. Gunung Agung kembali tertidur, kini dengan waktu lama. Lebih dari 120 tahun.

Kemudian, kembali meletus pada 17 Maret 1963 dan berakhir pada tanggal 27 Januari 1964. Pada letusan gunung Agung ini, tercatat adalah letusan terbesar maha dahsyat. Bahkan menjadi salah satu letusan terbesar di abad-20. Dalam peristiwa letusan ini, sekitar 1.400 orang meninggal dan hampir 300 orang terluka. **

SHARE