Merayakan 15 Tahun "Cantik itu Luka" - Male Indonesia
Merayakan 15 Tahun "Cantik itu Luka"
MALE ID | Whats Up

Penerbit Gramedia Pustaka Utama merayakan 15 tahun terbitnya novel 'Cantik Itu Luka' karya Eka Kurniawan, di Kinokuniya Bookstore, Plaza Senayan, pekan ketiga Desember lalu. 

Dalam perayaan itu, Gramedia juga meluncurkan 'Cantik itu Luka' edisi hardcover yang dirancang Orkha Creative, penggiat seni visual dari Malang, Jawa Timur. Selain peluncuran, pada perayaan 15 tahun 'Cantik itu Luka' juga sesi tanya jawab bersama pembaca dan Eka Kurniawan terkati karyanya tersebut.

Bahkan, dimeriahkan juga sesi pembacaan novel karya Eka Kurniawan tersebut dalam berbagai bahasa oleh Sephora Tan, Cultural Manager Institut Francis d'Indonesia dan Karen Schinnerer, Cultural Attache U.S. Embassy Jakarta. 

'Cantik Itu Luka' diterbitkan pertama kali oleh Penerbit Jendal dan Akademi Kebudayaan Yogyakarta pada tahun 2002. Kemudian diterbitkan kembali oleh penerbit Gramedia Pustakan Utama tahun 2004. Sepanjang 15 tahun sejak rilis, novel ini telah diterjemahkan ke lebih dari 30 bahasa, seperti Korea, Polandia, Spanyol, Swedia, Vietnam dan berbagai bahasa dunia lainnya.

'Cantik itu Luka' menceritakan cerita pelacur cantik Dewi Ayu yang bangkit dari kematiannya. Cerita yang dipadukan antara epik keluarga yang dibalut romans, kisah hantu, kekejaman politik, mitologi, dan petualangan khas Indonesia ini mampu memikat penikmat sastra dari belahan dunia dan menjadikan karya Eka Kurniawan ini sebagai pemenang World Reader's Award 2016 yang diselenggarakan di Honkong.

Menanggapi perayaan novelnya tersebut, Eka mengatakan bahwa salah satu tantangan paling menarik dari sebuah buku adalah, apakah ia bisa tetap diterima oleh generasi pembaca yang berbeda atau tidak.

"'Cantik Itu Luka' sudah berumur 15 tahun tentu sangat menyenangkan bagi saya penulisnya, melihat bukuini sampai ke tangan generasi yang berbeda. Buku ini tetap buku yang sama, tapi mungkin generasi pembaca yang baru akan membacanya dengan cara berbeda. Saya senang bisa tumbuh dengan pembaca-pembaca yang berbeda-beda itu," ujar Eka Kurniawan.

Di Balik Cerita "Cantik itu Luka"
Ada sebuah kisah menarik yang menginspirasi novel pertama Eka Kurniawan ini. Eka mengaku bahwa cerita tersebut terinspirasi dari sebuah cerita di kampungnya, di Tasikmalaya, yang diceritakan oleh ibunya.

Eka bercerita, saat dirinya kembali ke Tasik dari Yogyakarta, Ibunya bercerita tentang tetangganya yang sedang hamil dan berdoa agar putra yang dikandungnya setampan Arjuna dari kisah pewayangan. "Saat lahir prematur, anak itu memang ganteng seperti Arjuna, tetapi Arjuna yang seperti dipewayangan asli," ceritanya memperhalus bahasa.

Dan itulah, kata dia, yang selalu terngiang dalam pikirannya. Lalu menyinggung judul 'Cantik itu Luka', ia mengatakan, judul novel tersebut bahkan jadi setelah novel itu hampir selesai. Di mana, kala itu ia sedang membaca sebuah tabloid entertainment yang memberitakan seorang artis diva, Krisdayanti (KD).

"Intinya berita yang saya baca kala itu, KD repot memiliki wajah cantik. Dari sanalah saya memformulasikan dengan karakter dalam novel 'Cantik itu Luka'," tutur dia. ** (SS)


 

SHARE