Grid Girls Terancam Menghilang dari Ajang F1 - Male Indonesia
Grid Girls Terancam Menghilang dari Ajang F1
MALE ID | Sport & Hobby

Kehadiran grid girls memang seakan menjadi penyejuk hati di tengah panasnya suasana lomba balap. Tak hanya menbekukan hati, kehadiran grid girls juga memiliki efek pada setiap mata pria yang menyaksikan ajang balapan mobil atau motor. 

grid girls, f1
wikimedia

Tetapi, dikabarkan para gadis yang berdiri semampai di garis start balapan F1 akan "dipunahkan" musim depan.  Keberadaan grid girls sendiri oleh beberapa pihak dianggap sudah ketinggalan zaman. Selain itu, dihilangkannya grid girls ini dengan alasan untuk keamanan dan kenyamanan, serta kepantasan menggunakan wanita sebagai alat promosi.

Atas tekanan sejumlah pihak dalam dunia balal itu, laman  The Telegraph melaporkan bahwa Ross Brawn, yang menjabat sebagai direktur umum dan olahraga F1 memastikan posisi grid grils untuk musim depan sedang dalam pertimbangan untuk dihapus. 

Dibalik alasan akan "dipunahkan"-nya grid girls ini ternyata keberadaan grid grils belakangan ini dianggap mendiskreditkan wanita. Grid girls juga beberapa kali dianggap mengalami pelecehan, termasuk ketika Lewis Hamilton menyemprotkan sampanye kepada seorang grid grils di GP China pada 2015.

Baca Juga: Atlet Badminton yang Cantik Fisik dan Prestasi

Perlu diketahui, grid girls atau model promosi sebenarnya telah muncul di ajang F1 sejak 1960 silam. Mereka biasanya direkrut untuk mempromosikan merek dari tim yang berkompetisi di arena balap. Selain itu, mereka juga menggunakan atribut yang bergambar atau berlogo sebuah sponsor utama dari masing-masing tim.

Selain grid girl, ada pula sebutan gadis payung, race queen, atau gadis-gadis pit. Namun, seiring berjalannya waktu, grid girls lebih sering bertugas memegang nomor grid setiap pebalap sebelum balapan dimulai dan berdiri di atas podium usai balapan (yang biasa disebut juga sebagai Paddock Girls). 

Grid girls sendiri bekerja secara freelance atau memang bekerja full time yang telah direkrut oleh tim. Usia para gird girls ini biasanya berkisar 18-30 tahun. Hal yang sangat menarik perhatian dari mereka adalah selain kecantikan adalah busana yang dikenakan, selalu mengenakan busana ketat dengan logo-logo dari para sponsor dan tim balap yang mereka wakili.

Sejarah mencatat bahwa Rosa Ogawa adalah gadis pertama pada akhir 1960-an tampil di arena balap sepedamotor di Jepang untuk mewakili pemenang lomba, saat itulah istilah race queen terbentuk dan menjalar keseluruh kegiatan balap di berbagai negara dengan berbagai julukan. 

grid girls, f1
F.SF/Flickr.com

Salah satu pembalap F1 memiliki pandangan sendiri terhadap adanya grid girls di garis star ini. Daniel Ricciardo, pembalap asal Australia ini justru mendukung untuk tidak dihapusnya pada gadis dari ajang balapan.  "Itu keren. Itu adalah hal yang mengiringi pertumbuhan anda, bahkan sejak masih kanak-kanak kamu melihat umbrella girls, grid girls. Itu bagian yang menarik dalam olahraga," ujarnya seperti dikutip dari BBC Sport.

Namun, sebelum adanya kemunculan akan dipunahkannya grid girls di ajang balap F1, di Amerika Serikat, para gadis ini memang telah ditiadakan karena dikaitkan dengan seksisme. Dibeberapa balapan juga telah menghapus keberadaan para gadis ini, seperti halnya pada ajang Kejuaraan V8 Supercars pada musim 2016. Sementara di ajang F1 Monaco musim 2015, pihak panitia menggunakan model laki-laki untuk menggantikan peran grid girls saat balapan. 

Lalu bagaimana menurut Anda sebagai penikmat balap F1? Masih perlukah adanya grid girls yang mendampingi para pembalap di garis start? ** (SS)


 

SHARE