Novel Terbaik Karangan Agatha Christie - Male Indonesia
Novel Terbaik Karangan Agatha Christie
Gading Perkasa | News

Film layar lebar yang sukses di jagat perfilman tidak sedikit berasal dari karangan novel terbaik. Bahkan beberapa pihak beranggapan, jalan cerita di novel jauh lebih menarik dibandingkan film itu sendiri. Benarkah anggapan tersebut?

novel terbaikJour/wikimedia

Semua tergantung penilaian Anda. Akan tetapi, Anda bisa melihat contohnya dari karya-karya novel terbaik dunia. Di antaranya Sherlock Holmes karangan Sir Arthur Conan Doyle, Da Vinci Code karangan Dan Brown, serta yang ditayangkan pada akhir November 2017 lalu, Murder on the Orient Express karya Agatha Christie.

Di mata penggemar novel, Agatha Christie disebut-sebut sebagai ratu cerita detektif. Sedikitnya terdapat 80 novel terbaik karangannya yang didominasi oleh tokoh utama Hercule Poirot, detektif cerdas asal Belgia dan Miss Marple, perempuan tua berotak genius. Penasaran seperti apa? Langsung saja kita simak ulasannya di bawah ini.

Murder on the Orient Express
Kereta mewah Orient Express yang ditumpangi Hercule Poirot terhenti karena tumpukan salju di kawasan Balkan. Paginya, seorang penumpang ditemukan meninggal di salah satu gerbong. Tanpa jejak kaki di tumpukan salju, artinya pembunuh masih berada di dalam kereta. Poirot dengan lihai mengungkap kasus ini.

Baca juga: Orient Express, Kereta Mewah Tempo Dulu

The Body in Library
Seorang wanita tak dikenal ditemukan tewas di dalam perpustakaan. Polisi menduga, ia tidak menghembuskan napas terakhir di tempat tersebut. Lalu siapa pula yang membunuh dan memindahkannya? Karena bantuan Miss Marple-lah, polisi bergerak cepat sebelum pelaku kembali menjalankan aksinya.

Murder of Roger Ackroyd
Novel berikut termasuk dalam karya Agatha Christie yang terkenal karena akhir ceritanya unik sekaligus mengundang kontroversi. Semua berawal ketika Dokter James Sheppard menerima kabar bahwa temannya, Roger Ackroyd meninggal dunia. Setibanya di rumah Ackroyd, ia (James Sheppard-red.) dan seisi rumah gempar karena tidak ada yang mengetahui kabar demikian. Mereka bergegas menuju ruangan Roger Ackroyd dan mendapati dirinya telah meregang nyawa. Aneh, kan?

And Then There Were None
Bercerita tentang sepuluh orang yang diundang ke sebuah pulau oleh sosok misterius bernama U.N. Owen. Akan tetapi, Owen tak pernah muncul, sementara satu demi satu dari tamu undangan tewas di pulau. Menariknya, And Then There Were None adalah novel detektif tanpa sosok detektif atau tokoh utama yang memecahkan kasus. Melainkan menyuguhkan twist ending sangat mengejutkan.

Hercule Poirot Christmas
Sebuah keluarga besar berkumpul pada malam Natal. Namun, seketika pembunuhan terjadi dimana Simeon Lee tewas. Anak-anaknya melihat darah begitu banyak di tempat kejadian. Kira-kira siapa pelakunya? Hanya Poirot-lah yang mampu menjawab hal itu.

ABC Murders
Sejumlah pihak mengira, Agatha Christie terinspirasi dari pembunuh berantai legendaris, Jack The Ripper karena ABC Murders mengisahkan hal serupa. Pelakunya seolah menantang Hercule Poirot untuk mengungkap kasus pembunuhan berantai dengan abjad berurutan. Hasilnya? Di luar dugaan. Seorang yang dipandang tak berdosa justru dituduh sebagai tersangka oleh Poirot.

Baca juga: Jack the Ripper, Pembunuh Berdarah Dingin

Curtain (Poirot Last Case)
Novel terbaik dan terakhir Agatha Christie sekaligus kasus terakhir Hercule Poirot. Sang detektif harus menghadapi pembunuh yang memanfaatkan psikologis orang lain untuk melakukan pembunuhan. Parahnya lagi, ‘the murderer’ mustahil disentuh hukum. Bagaimana endingnya? Silahkan baca agar rasa penasaran Anda terbayarkan.**GP

SHARE