Menyusuri Arsitektur Era Samurai di Tanah Nippon | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Menyusuri Arsitektur Era Samurai di Tanah Nippon
Gading Perkasa | Relax

Jepang merupakan satu di antara sederetan negara di kawasan benua Asia yang dikenal akan gaya bangunan arsitektur kuno. Tentu Anda pernah melihatnya di sejumlah film dengan latar belakang negeri Jepang zaman Edo seperti Samurai Rebellion (1967) dan Kagemusha (1980).

Pertanyaannya, apakah Anda masih bisa menjumpai bangunan bergaya tradisional saat berkunjung ke sana? Bisa, namun tidak di seluruh tempat. Pasalnya, perkembangan zaman, bencana alam bahkan akibat dari peperangan telah meluluhlantakkan banyak bangunan kuno yang bernilai historis.

Jangan langsung lesu, MALEnials. Setidaknya ada beberapa kota di Jepang yang senantiasa mempertahankan gaya arsitektur kuno. Kota-kota berikut bisa Anda jadikan destinasi wisata sekaligus mendalami sejarah Negeri Matahari Terbit lebih dalam. Simak ulasannya di bawah ini.

Baca juga: Tempat Wajib di Tokyo yang Harus Anda Kunjungi

Iwamura, Prefektur Gifu

arsitektur kuno
Hanahubuki, Own work

Kota Iwamura sejatinya adalah reruntuhan kastil Iwamura, kastil tertinggi yang pernah dibangun di Jepang. Wisatawan dapat berjalan santai di jalan setapak dengan nuansa kental zaman Edo. Semua kabel listrik di kota ini ditanam di bawah tanah, sehingga tidak mengganggu pemandangan kastil.

Kakunodate, Prefektur Akita

arsitektur kuno
Kiku cha, Own work

Kakunodate merupakan kota bersejarah di sisi utara Negeri Nippon. Menjadi tempat terbaik untuk melihat bunga sakura, keaslian bangunan di kota ini juga masih dipertahankan. Keturunan dari para Samurai Kakunodate masih hidup dan tinggal di bangunan kuno di sana.

Kawagoe, Prefektur Saitama

arsitektur kuno
Kanchi1979

Pada zaman Edo, Kawagoe menjadi kota perdagangan paling penting untuk Tokyo. Gaya bangunan kota tidak berubah alias masih sama seperti dulu. Yakni dengan ciri khas tanah liat sebagai bahan tembok bangunannya.

Tsuwano, Prefektur Shimane

arsitektur kuno
Wikipedia

Tsuwano sering disebut-sebut sebagai ‘Little Kyoto’, sekaligus sebagai kota bersejarah berhiaskan gaya arsitektur kuno terindah di Jepang. Terdapat berbagai macam toko camilan tradisional, sake dll. Ruas jalan di Tonomachi bahkan dihias jalur air yang dipenuhi oleh ikan koi.

Omihachiman, Prefektur Shiga

arsitektur kuno
663highland

Kota Omihachiman berjarak satu hari perjalanan dari Kyoto. Meski terbilang sulit diakses, banyak hal baru yang bisa Anda nikmati. Sebut saja Biwako (Danau Biwa), rumah maupun toko bergaya zaman Edo, kanal-kanal dengan pemandangan indah menggunakan perahu kecil. Kota ini juga dikenal sebagai salah satu pusat budaya di Jepang.

Izushi, Prefektur Hyogo

arsitektur kuno
663highland

Sebagian besar dari kota Izushi memang merupakan bagian dari kota Tooyaka, namun sejarah peninggalan kota masih tetap terjaga. Hal yang terkenal dari Izushi yakni menara jam tradisional Shinkoro dan kuliner khasnya Izuhi Soba.

Kanazawa, Prefektur Ishikawa

arsitektur kuno
663highland

Kanazawa menjadi tempat tinggal salah satu klan paling berpengaruh di Jepang, klan Maeda. Kota ini selamat dari peperangan saat perang dunia kedua, membuat bangunan bersejarahnya bertahan sampai sekarang. Ketika berkunjung ke sana, sempatkan berjalan kaki guna menyaksikan banyak bangunan bergaya zaman Edo dan Kenrokuen, taman terindah di kota tersebut.**GP

SHARE