Hacker dan Cracker, Tahukah Anda Perbedaannya? - Male Indonesia
Hacker dan Cracker, Tahukah Anda Perbedaannya?
MALE ID | Digital Life

Selama ini, banyak orang kesulitan membedakan antara hacker dan cracker. Benarkah demikian? Tepat sekali. Bisa jadi Anda juga belum paham perbedaan di antara keduanya.

hacker dan cracker
Marco Verch/Flickr.com

Biasanya, ketika akun sosial media seseorang dibajak oleh pihak tidak bertanggung jawab, hacker-lah yang sering menjadi kambing hitam. Seolah-olah mereka dalang di balik jebolnya akun sosial media dan motifnya hanya demi kesenangan atau mencuri informasi penting di dalamnya.

Anggapan tersebut sejatinya kurang tepat. Pasalnya, tidak semua biang dari pembajakan di dunia maya adalah hacker. Untuk mengubah pola pikir Anda, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dulu apa itu hacker dan cracker.

Terminologi hacker pertama kali muncul pada era 60-an di antara para anggota organisasi mahasiswa Tech Model Railroad Club di Laboratorium Kecerdasan Artifisial Massachusetts Institute of Technology (MIT). Kelompok mahasiswa ini merupakan salah satu perintis perkembangan teknologi komputer dimana mereka berkutat dengan beberapa komputer mainframe.

Baca juga: Kenali Ciri Handphone Diserang Hacker

Awalnya, kata hacker punya makna positif. Yakni merujuk kepada seorang anggota yang sangat ahli dalam bidang komputer. Ia mampu membuat program komputer jauh lebih baik ketimbang program yang telah dirancang bersama. Namun menginjak tahun 1983, makna istilah hacker berubah secara drastis menjadi negatif. Hal ini dilatarabelakangi oleh penangkapan FBI terhadap sekelompok kriminal komputer, The 414’s yang berbasis di Milwaukee AS.

Untuk lebih jelasnya, simak perbedaan antara hacker dan cracker sebagai berikut:

Hacker
Hacker adalah orang yang mempelajari, menganalisis sampai memodifikasi atau mengeksploitasi sistem pada sebuah perangkat seperti software dan hardware komputer, terutama urusan administrasi serta keamanan. Di samping itu, hacker juga sebutan sekelompok orang yang memberi sumbangan bermanfaat bagi dunia jaringan dan sistem operasi komputer. Bila dijelaskan secara sederhana, pekerjaan hacker yaitu menemukan kelemahan suatu sistem dan mencari cara guna memperbaiki kelemahan sistem tersebut.

Cracker
Cracker merupakan sebutan bagi orang yang dengan sengaja mencari kelemahan sistem demi kepentingan pribadi dan mencari keuntungan. Hal itu meliputi pencurian dan penghapusan data. Cracker memanfaatkan celah keamanan yang belum sepenuhnya diperbaiki oleh pembuat perangkat lunak (bug), menyusup dan merusak sebuah sistem. Atas dasar ini, para hacker terbagi menjadi dua golongan. Yang pertama adalah white hat hackers atau sering disebut-sebut sebagai “the real hacker”. Sementara cracker sering disebut black hat hackers.

Ironisnya, sampai detik ini hacker selalu berkonotasi negatif akibat kesalahpahaman masyarakat dengan perbedaan istilah antara hacker dan cracker. Banyak orang meyakini, hacker menyebabkan pihak tertentu menderita kerugian. Misalnya menyisipkan kode virus, mencuri sebuah data transaksi penting serta masih banyak lagi. Padahal itu ‘ulah’ para cracker yang tidak bertanggung jawab.**GP

SHARE