UEFI, Pengganti BIOS yang Bunuh Software Lawas - Male Indonesia
UEFI, Pengganti BIOS yang Bunuh Software Lawas
MALE ID | Digital Life

Pengganti BIOS atau Basic Input/Output System, yakni Unitied Extensible Firmware Interface (UEFI) akan "membunuh" software lawas yang masih berkaitan dengan BIOS. BIOS sendiri merupakan software pertama yang berjalan saat sistem komputer dinyalakan.

Pengganti BIOS, UEFIPixabay.com

BIOS sendiri berfungsi sebagai pemeriksa kelengkapan komoponen komputer serta menjalankan sistem operasi dari harddisk atau media yang lain yang terpasak pada komputer. Karena keterbatasan fungsi BIOS, UEFI sebagai perangkat lunak yang konon lebih canggih akan menggantikan fungsinya.

UEFI digadang-gadang mendukung teknologi terkini, karena dapat menampilkan antarmuka grafis dan kursor mouse sehingga lebih mudah dipakai daripada pendahulunya, BIOS. UEFI diperkenalkan pertama kali pada tahun 2006 oleh Intel dengan memberikan rilis spesifikasi EFI versi pertama, yang kemudian dikenal dengan UEFI.

Meski sebagai inisiator, Intel masih mempertahankan kompatibilitas dengan BIOS lewat Compatibility Support Module (CSM). Namun, modul CSM itu akan dihilangkan dari UEFI pada 2020 mendatang. Dengan kata lain, BIOS yang sudah dipakai selama 36 tahun sejak IBM PC di dekade 80-an ini akan "punah" sekitar dua tahun lagi.

Kelebihan UEFI
Kelebihan UEFI di bandingkan dengan BIOS yakni mampu melakukan addressing hard drives dengan kapasitas 9.4 zetabytes, alias sama dengan jumlah informasi yang berlalu lalang di Internet saat ini atau sama dengan 1000^7 (1 000 000 000 000 000 000 000 bytes). Jumlah sebesar saat ini hanya bisa dicapai oleh Arsitektur ZFS yang berguna sebagai storage network.

Baca Juga: Masa Depan Bitcoin Terancam Komputer Kuantum

Kemampuan untuk melakukan Booting pun diperkirakan lebih cepat dari sistem BIOS. Selain itu, EUFI pun memiliki sistem keamanan yang lebih ketat dari pada BIOS. Di mana, nantinya software bajakan tidak lagi bisa diakses atau diinstal dalam sebuah komputer. Hal yang menjadi menarik dari UEFI ini, sistem UEFI bisa melakukan koneksi terhadap internet. jadi kita bisa memonitor kondisi hardware dari jarak jauh tanpa harus menyalakan sistem Operasi yang ada.

Sayangnya sistem Keamanan UEFI ini, mendapatkan kritikan keras dari Vendor Sistem Operasi LINUX. Hal ini dikarenakan Microsoft mencoba untuk menggunakan secure boot UEFI di dalam PC yang menggunakan Windows 8, dan menggunakan Private Key. Private Key ini hanya diketahui oleh Microsoft sendiri. 

Penggunaan Private Key jelas-jelas ditentang oleh Free Software atau Open Source Community dan Advisor. Karena hal ini menghalangi dalam penggunaan PC yang lebih bebas dan terkurung oleh Sistem Operasi Windows.

Efek dari UEFI
Selain tidak bisa menggunakan free software, efek lain dari komputer yang menggunakan sistem UEFI adalah, tidak akan jalannya OS atau software lawas 32-bit. Jika ingin menjalankannya harus menggunakan modul CSM. Karena, software 32-bit tidak didukung oleh UEFI.

Hal lain yang tidak bisa dijalankan adalah hardware tua seperti harddisk, kartu network, atau kartu grafis. Kebanyakan hardware tua ini adalah yang dirilis sebelum tahun 2013. ** (SS)


 

 

SHARE