Jesus Malverde, "Orang Suci" Kaum Miskin Meksiko - Male Indonesia
Jesus Malverde, "Orang Suci" Kaum Miskin Meksiko
MALE ID | Story

Sosok legendaris Jesús Malverde menjadi sebuah "kepercayaan" tersendiri bagi warga miskin di Meksiko. Khususnya masyakarat Desa Sinaloa. Di sini hampir semua rumah di desa tersebut memasang atau memajang lukisan dan patung Jesús Malverde.

Setiap tahun pada tanggal 3 Mei, seluruh warga Sinaloa akan berduyun-duyun merayakan cintanya pada sang legenda. Sosok Jesús Malverde ini tidak hanya diagungkan oleh kaum miskin Meksiko, namun seluruh bandar narkoba di Meksiko juga semuanya memasang poster dirinya. Mereka berharap mendapat perlindungan dari sosoknya.  

Jesus MalverdeTomascastelazo/wikimedia

Mungkin Jesús Malverde di mata mereka adalah mirip sosok Robin Hood. tokoh legenda yang mencuri harta orang kaya untuk diberikan kepada orang-orang miskin. Menurut legenda, Jesús Malverde terkahir dengan nama Jesús Juárez Mazo pada 24 Desember tahun 1870, di luar Culiacan, ibukota negara bagian Sinaloa. Ya, Sinaloa, sebuah negara yang telah menjadi rumah bagi beberapa kartel narkoba paling kuat di Meksiko.

Malverde sendiri dikenal sebagai "Bandit Murah Hati" atau "Malaikat Orang Miskin". Dia dianggap pahlawan rakyat di tanah kelahirannya. Cerita itu muncul pada akhir abad 19, di mana Jesús Malverde merampok orang-orang kaya di Meksiko Utara yang kemudian hasil curian atau rampokannya didistribusikan untuk kaum miskin kota dan desa. Geram atas tingkahnya itu, gubernur setempat menawarkan hadiah bagi siapa saja yang dapat menangkapnya.

Baca Juga: Nuklir, Bikini, dan Simbol Keseksian Wanita

Pada 1909, konon Malverda tertangkap. Pada 3 Mei di tahun yang sama penangkapannya, ia kemudian dipermalukan dengan digantung dan mayatnya dilarang untuk dikebumikan oleh pihak pemerintah setempat. Jasad Malverda dibiarkan menggantung disebuah pohon. Namun, seiring waktu jenazahnya jatuh ke tanah dan orang-orang lokal menutupi dengan batu sedikit demi sedikit.

Legenda atau Nyata?
Kematian tragis Jesús Malverde adalah aspek yang paling penting dari legendanya. Sangat sedikit yang diketahui tentang Jesús Juárez Mazo, selain cerita heroik dan eksekusi yang kejam. Namun, mengutip dari laman huffingtonpost, yang jelas adalah adanya kesamaan antara Malverde dan dua bandit Sinaloan terkenal, Heraclio Bernal dan Felipe Bachomo.

Malverde tampaknya menjadi sintesis dua tokoh sejarah ini, sedangkan pelaksanaan Jesús Juarez Mazo dapat dilihat sebagai katalis untuk pengembangan pengabdian rakyat. Ada cerita lain dibalik sosok "suci" Malverde. Di mana, dua tokoh dari Sinaloada, yaitu Julio Escalante dan anaknya, Raymundo. 

Kala itu, Julio mengetahui anaknya telah melakukan bisnis dengan geng saingan, kemudian ia memerintahkan orang untuk membunuh anaknya itu. Raymundo kemudian berdoa untuk Malverde agar diselamatkan hidupnya. Kemudian dia pun terselamatkan oleh seseorang yang dikatakan berdosa. Sejak saat itulah, bandar Narkoba di Meksiko menjadikan Malverde sebagai sosok suci.

Sejak saat itu pula, para pengikut Malverda membangun kapel dan kuil untuk menghormatinya di sepanjang rute perdagangan narkoba di Meksiko dan dekat perbatasan AS. Popularitas Malverde  di kalangan narkoba begitu luas, bahkan polisi California mengaku pernah mencari San Malverde untuk mencari bukti-bukti keterkaitan penyebaran Narkoba 

Namun, sosoknya masih misterius. Apakah ia benar-benar ada atau tidak. Namun cerita sebagai sosok "Robin Hood" memang telah mengakar di hati para pemujanya. Gabriel Regino, seorang profesor kriminologi di Mexico City, dan spesialis dari tradisi dan cerita rakyat mengatakan, bahwa Jesús Malverde adalah seseorang yang nyata, namun banyak cerita yang tidak benar atau dihiasi yang berkelok-kelok ke dalam kehidupan dan kematian untuk membangun mitos seputar pribadinya.

Menurutnya, Malverde tinggal di negara bagian Sinaloa pada pergantian abad ke-20, dan nama sebenarnya adalah Yesus Juaneznazo. Regino mengatakan, Mavelda memiliki julukan "Evil Green" dalam bahasa Spanyol. Julukan itu berasal dari fakta bahwa ia pernah bersembunyi di semak-semak dan pohon-pohon sebelum tertangkap.

Meskipun Malverde meninggal pada tahun 1909, kata dia, kultus tidak menjadi benar-benar populer sebelum tahun 1970-an. Pada saat itu, daerah perbatasan antara negara bagian Sinaloa, Chihuahua dan Durango telah menjadi penghubung produksi ganja dan opium, karena iklim yang ideal dan lokasi terpencil. Pemerintah berusaha mengakhiri produksi tersebut tetapi bertemu dengan perlawanan sengit dari penduduk lokal (dalam hal ini adalah para petani ganja). Jadi tentara dikirim untuk membasmi praktek dengan paksa kepada penduduk setempat, dihadapkan dengan gelombang kekerasan dan pertumpahan darah.

Saat itu, seseorang mengatakan, bahwa dirinya dapat melarikan diri dari penjara berkat Malverde. Ia bercerita dirinya berdoa untuk Malverde dan segera "keajaiban" pun datang. Sejak itulah, para masyarakat di Meksiko Utara menghormati dan "menyucikan" Marverde. ** (SS)

SHARE