Sisi Lain Pulau Dewata yang Tak Banyak Terekspos - Male Indonesia
Sisi Lain Pulau Dewata yang Tak Banyak Terekspos
Gading Perkasa | Relax

Pulau Dewata didaulat sebagai destinasi wisata yang menawarkan pesona keindahan pantainya, namun di balik pesona itu semua masih banyak fakta mengenai Bali yang tersembunyi di dalamnya. Sama halnya seperti kota dan daerah lain di Indonesia, Bali juga memiliki daya tarik tersendiri. Maka bukan hal aneh, bila sudah sejak lama pulau ini merupakan primadona para turis lokal hingga mancanegara.

pixabay.com

pixabay.com

Lucunya, tidak sedikit turis asing salah mengartikan pulau Bali dan Indonesia. Mereka beranggapan, Bali dan Indonesia sebagai dua hal yang berbeda. Padahal, sejak era 2000an pulau ini sudah ramai dikunjungi wisatawan mancanegara. Meski, sempat terjadi tragedi Bom Bali I (2002) dan Bom Bali II (2005) yang memakan banyak korban jiwa. Akibatnya, beberapa negara seperti Amerika Serikat, Australia dan Inggris kala itu sontak menerbitkan larangan berkunjung ke Bali pada warganya.

Bagi anda warga negara Indonesia, sejauh apa pengetahuan dan pemahaman anda mengenai pulau Dewata tersebut? Berikut ini kami rangkum dalam fakta mengenai Bali yang tak banyak diketahui orang.

Penghuni pertama
Pulau ini diperkirakan telah dihuni oleh orang-orang ras Austronesia, India dan Cina sejak tahun 2000 sebelum Masehi. Hal ini dibuktikan dengan adanya prasasti batu di desa Cekik, Jembrana. Ahli purbakala dan antropolog menyimpulkan, Bali memiliki kedekatan dengan masyarakat di Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura dan Filipina.

Ritual suci perkelahian
Setiap setahun sekali, wisatawan dapat menyaksikan ritual suci perkelahian yang melibatkan antar pemuda menggunakan daun pandan berduri. Festival yang dinamai Perang Pandan ini bisa anda lihat di Desa Tenganan, Bali. Tujuannya tidak lain sebagai bentuk penghormatan kepada dewa perang, Indra.

Tradisi sabung ayam
Tradisi yang di Bali disebut Tajen ini masih banyak ditemui, dari sudut-sudut kota hingga desa terpencil. Sifatnya tidak permanen, hanya ada pada hari pelaksanaan upacara tertentu saja.

Wanita paling setia
Setelah menikah, wanita Bali mengabdikan diri seutuhnya kepada sang suami. Hal itu berkaitan dengan sistem paternalistik yang dianut masyarakatnya. Maka jangan heran, bila timbul stereotipe wanita paling setia di muka bumi adalah wanita Bali.

Tradisi ciuman massal
Lebih dikenal dengan nama Omed-omedan, tradisi ini berlangsung sehari setelah perayaan Nyepi. Anda dapat menyaksikan ketika berkunjung ke Denpasar, dimana pasangan pria dan wanita saling bergantian maju dilanjutkan aksi berciuman. Setelah itu, sesepuh desa mengguyur mereka dengan air. Tujuannya adalah menghalangi desa mereka dari wabah penyakit.

Minimnya angka kriminalitas
Fakta mengenai Bali yang terakhir ini cukup menarik diperhatikan. Para penduduknya sangat taat pada tradisi dan budaya. Mereka juga memercayai hukum karma dan reinkarnasi. Oleh karena itu, pantang bagi mereka melakukan berbagai tindak kriminal seperti mencuri, merampok hingga membunuh.**GP

SHARE