Narsis Foto Saat Olahraga, Bisa Jadi Kelainan | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Narsis Foto Saat Olahraga, Bisa Jadi Kelainan
Sopan Sopian | Sex & Health

Narsis saat olahraga nampaknya memiliki efek buruk terhadap kesehatan. Tentu Anda kerap melihat postingan orang yang selalu mengungah foto setiap kali sedang berolahraga. Atau mungkin Anda sendiri yang melakukannya? Mulai sekarang sangat berhati-hati untuk melakukannya. 

pixabay.com

Studi yang digagas oleh Brunel University London mengemukakan bahwa orang yang memiliki kelainan mental dan narsistik menikmati perhatian publik ketika mereka mengunggah foto menu makanan sehat dan foto sedang berolahraga di media sosial.

Para peneliti Brunel University London itu mengambil data dari 555 pengguna Facebook yang bersedia menjadi responden untuk diteliti mengenai perilaku dan karakter mereka. Hasil dari penelitian terhadap koresponden tersebut, studi menemukan korelasi terhadap karakter seseorang dengan perilaku di media sosial, yang mana biasanya memerlihatkan potensi narsistik.

Baca Juga: Penyakit Sleeping Beauty, Rentan Menyerang Pria

Kadar dari narsistik ini, terlihat pada pengguna Facebook yang hobi mengunggah foto mengenai pencapaian hidup mereka dengan harapan mendapatkan pujian dari teman-teman Facebook mereka. Selain itu, orang-orang dengan karakter narsis itu terallu rajin untuk terus memperbaharui status media sosial mereka.

Bahkan tidak hanya melalui kalimat untuk mengubah statusnya. Tetapi juga terlalu sering mengunggah foto mengenai proses aktivitasnya yang salah satunya adalah olahraga. Mereka yang narsistik menggunakan Facebook untuk memerlihatkan pada dunia bagaimana perubahan fisik mereka setelah melakukan olahraga.

Ironisnya, menurut peneliti, orang yang seperti itu memiliki kepercayaan diri yang kurang atau rendah dan memiliki sifat minder dalam kehidupan sosial. Jadi perlu diingat, narsis adalah gejala pada orang yang memiliki rasa cinta terhadap dirinya sendiri. Jika secara wajar, sifat narsis memiliki keuntungan sendiri bahkan dikatakan sebagai peranan sehat. Nah, apabila jumlahnya berlebihan, dapat menjadi suatu kelainan kepribadian yang bersifat patologis. 

Kelainan kepribadian atau bisa disebut juga penyimpangan kepribadian merupakan istilah umum untuk jenis penyakit mental seseorang, di mana pada kondisi tersebut cara berpikir, cara memahami situasi dan kemampuan berhubungan dengan orang lain tidak berfungsi normal.    

Bahkan, Menurut Elinor Greenbert, PhD., penulis buku bertajuk Borderline, Narcisstic, and Schizoid Adaptations mengatakan bahwa Pria narsis itu adalah orang yang paling kesepian di dunia. Mereka selalu hidup demi penilaian orang lain. ** (SS)

SHARE