Mengenal Teknologi Pengganti Serat Optik | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Mengenal Teknologi Pengganti Serat Optik
Sopan Sopian | Digital Life

Serat optik adalah saluran transmisi atau sejenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus dan lebih kecil dari sehelai rambut, dan dapat digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Sumber cahaya yang digunakan biasanya adalah laser atau LED. 

serat opticMaxpixel.com

Selain itu, meski kabel serat optik mampu menyalurkan bandwidth besar, tapi jangkauannya terbatas. Sebaliknya, metode wireless lebih fleksibel karena bisa dipancarkan ke berbagai arah tanpa butuh kabel, tapi transfer datanya tak sekencang serat optik. Untuk mengatasi kekurangan itu, kini para ilmuwan sedang mengembangkan teknologi pengganti dengan mengabungkan keduanya tersebut.

Asosiasi ilmuwan asal Skotlandia, Jerman, New Zealand dan Kanada menemukan terobosan dalam pengembangan free space optics, yakni metode transfer data luar ruangan dengan memakai gelombang cahaya yang "dipelintir" (twisted). Maksudnya adalah mentransfer data lewat gelombang cahaya yang "diplintir" dengan teknik "optical angular momentum" (OAM). 

Baca Juga: Gadget Mudah Rusak Akibat Kebiasaan Buruk Ini

Mengutip laman wikipedia, free space optics adalah ebuah teknologi komunikasi optis yang menggunakan propagasi cahaya dalam ruang bebas untuk secara nirkabel mengirimkan data untuk telekomunikasi atau jaringan komputer. "Ruang bebas" berarti udara, luar angkasa, vakum, atau sesuatu yang serupa.

Sayangnya pengembangan ini masih memiliki kendala. Sehingga masih perlu banyak perbaiakan. Kendala tersebut adalah ak seperti serat optik yang terlindung kabel, free space optics rawan terganggu kondisi di luar, seperti misalnya perbedaan tekanan atmosfir yang bisa membiaskan cahaya dan menghilangkan data. 

Dalam pengembangannya ini, perbaikan yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang ada, peneliti menguji OAM dalam kondisi urban yang sesuai keadaan sebenarnya di Jerman, menggunakan jarak 1,6 km yang melintasi aneka obyek seperti lapangan, jalanan, dan gedung-gedung tinggi. 

"Studi ini menghasilkan langkah-langkah vital dalam perjalanan menuju free space optics dimensional yang bisa menjadi alternatif lebih murah dan lebih mudah diakses dibanding kabel serat optik yang terkubur di tanah," tutur  Dr. Martin Lavery serperti dilaporkan laman Universitas Glasgow.

Dengan kata lain, jika uji coba ini telah dilakukan dan hanya ada beberapa kendala. Tidak dapat dipungkiri jika teknologi pembaruan ini dapat digunakan dalam beberapa waktu ke depan. ** (SS)

SHARE