Kenali Risiko Minuman Bersoda Pada Pria | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Kenali Risiko Minuman Bersoda Pada Pria
Sopan Sopian | Sex & Health

Minuman bersoda bisa menjadi musuh terbesar bagi pria. Lebih baik hindari minuman jenis ini meski dapat menyegarkan dahaga. Pasalnya, minuman bersoda dapat merusak kesuburan Anda.

minuman bersodaPixabay.com

Sejumlah ilmuwan membuktikan bahwa meminum satu liter minuman bersoda satu hari dapat mengurangi produksi sperma hingga 30 persen. Para peneliti di Copenhagen University Hospital di Denmark melakukan penelitian pada 2.554 pria muda dan menemukan bahwa minuman bersoda, satu liter per hari bisa menimbulkan dampak serius pada kesuburan pria.

Secara jumlah, hasil dari penelitian itu mengemuakakan bahwa pria yang kecanduan dengan minuman bersoda memiliki jumlah sperma 35 juta per milimeter, sedangkan yang minum dengan jumlah yang ringan memiliki sperma 56 juta per milimeter. Meski jumlah seperma itu masih dalam batas normal, namun jika terus mengonsumsi minuman bersoda, jumlah sperma yang terus meningkat pada akhirnya bisa menyebabkan tidak subur.

Baca Juga: Jenis Disfungsi Seksual yang Wajib Diketahui Pria

Penurunan sperma hasil penelitian tersebut, para peneliti mengatakan, hasil penelitian tidak terkait dengan kafein yang dikonsumsi dari minuman lain seperti kopi atau teh. hal ini membuat mereka yakin bahwa ada bahan unik dalam minuman bersoda yang menimbulkan masalah, atau hasil dari kebiasaan gaya hidup tidak sehat lainnya.

Dapat Menyebabkan Disfungsi Ereksi dan Kemandulan
Bahkan penelitian lain yang dilakukan Nicolaus Copernicus University dan Prof. Franciszek dari Memorial Hospital di Bydgoszczz, Polandia, menyatakan bahwa konsumsi minuman bersoda yang berlebihan bisa mengakibatkan terjadinya disfungsi ereksi. 

Ereksi merupakan proses kompleks yang bergantung pada sejumlah proses fisik dan psikologi, dan pemanis yang digunakan pada minuman bersoda atau sirup tinggi fruktosa jagung bisa merusak pembuluh darah di organ intim pria. Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa penumpukan lemak di organ dalam tubuh, atau perut yang disebabkan oleh kebiasaan makan yang tidak sehat, seperti minum minuman bersoda juga menjadi penyebab utama masalah disfungsi.

Disamping itu, dalam jumlah yang terbatas (moderat) tubuh masih dapat mentolerir minuman soda dan mengolahnya lalu membuangnya menjadi urine. Tetapi, lagi-lagi, jika Anda telah menjadikan soda sebagai minuman harian pengganti air putih saat dahaga, tidak hanya berpengaruh pada penurunan jumlah sperma atau disfungsi ereksi, tetapi juga dapat menurunkannya sistem reproduksi Anda yang berakhir pada kemandulan. ** (SS) 


 

SHARE