Honda VFR 400, Dulu Dibuang Sekarang Disayang | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Honda VFR 400, Dulu Dibuang Sekarang Disayang
Gading Perkasa | Sport & Hobby

Kami yakin nyaris tak ada satupun dari generasi muda milenial pernah mendengar sebuah motor sport bernama Honda VFR 400. Wajar saja, motor ini sudah sangat lama berhenti diproduksi. Bahkan menjumpainya di jalanan kota agak sedikit mustahil, bila boleh dibilang begitu.


Misc1j

Pada era 80-90an, motor-motor super sadis asal Negeri Sakura selalu mendapat sorotan dan mengundang decak kagum di kalangan pecinta kecepatan. Mesin yang bengis terbungkus oleh desain eksotis membuat sejumlah motor sport pada masa itu kian digandrungi masyarakat.

Seperti yang telah diketahui, pabrikan sayap terkembang sejak dulu nyaman berkutat di mesin 4-tak. Sementara saingan dari pabrikan lain di level setara rata-rata bermesin 2-tak. Sebut saja Yamaha RZV 500, Suzuki RGV 500 maupun Kawasaki KR 500.

Honda VFR 400 (NC 30) diluncurkan di rentang waktu yang cukup singkat, yakni 1989-1992. Sempat diekspor ke Inggris dan beberapa negara lain di benua biru sebelum akhirnya stop produksi. Memang pada zamannya, VFR 400 kurang sukses di pasaran. Padahal spesifikasi yang diusung tergolong mengerikan.

Baca juga: Motor Sadis di Ajang Moto GP Sepanjang Masa

Jika menilik dari sektor dapur pacu, mesinnya sudah mengaplikasi empat silinder berkonfigurasi V-4 90 derajat, 399cc, Bore x Stroke 55 x 42 mm, DOHC 16 valve, liquid cooled plus gear-driven camshaft. Sistem pengabutan bahan bakarnya dibekali empat karburator Keihin CV 32. Torsi yang dihasilkan sebesar 40 Nm @ 10.000 rpm dengan puncak tenaga 60 HP @ 12.500 rpm. Spesifikasi yang tidak bisa dianggap remeh, kan?


PekePON

Bukan itu saja, framenya sudah mengadopsi full aluminium twinspar selayaknya motor berteknologi tinggi di era modern. Konstruksi swing-arm menggunakan aluminium single-arm seperti sang kakak, VFR 750 ataupun Ducati Panigale series. Alhasil dengan banyaknya penyematan fitur high technology, Honda VFR 400 hanya mempunyai bobot sebesar 164 kg. Jauh lebih ringan bila dibandingkan generasi penerusnya Honda CBR 250 R (satu silinder) atau CBR 250 RR (dua silinder) sekalipun.

Fitur menawan tentu terasa sia-sia apabila tidak didukung oleh performa dan handling superior. Kemampuan meliuk-liuk terbilang sempurna, powerband merata dari rpm rendah menuju puncak disertai suara mesin ‘berkicau’ khas gear driven camshaft VFR membuat motor ini sanggup digeber hingga kecepatan 220 km/jam.

Masalahnya cuma satu. Banderol harga terlalu tinggi mengakibatkan Honda VFR 400 gagal bersinar. Honda melabelinya di angka nyaris seharga superbike 1000cc, sedangkan daya beli masyarakat belum begitu tinggi seperti sekarang. Sehingga motor ini harus dihentikan produksinya di tahun 1992.

Terlepas dari itu semua, di era sekarang VFR 400 justru kian diburu oleh para biker maupun kolektor. Alasannya apalagi kalau bukan kedahsyatan performa dan mesin bandel, dimana mereka sulit menemui dua hal tersebut pada motor sport masa kini. Kawasaki Ninja 250 atau Yamaha R 25 boleh saja menjadi sport bike dengan desain futuristik. Namun untuk urusan performa dan eksotisme, VFR 400 lah juaranya.**GP

SHARE