Aroma Buang Angin Punya Manfaat Kesehatan | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Aroma Buang Angin Punya Manfaat Kesehatan
Sopan Sopian | Sex & Health

Siapa yang tidak tahan dengan aroma buang angin atau bau kentut? Rasanya setiap orang yang menghirup gas pembuangan ini tidak akan tahan saat mencium baunya. Namun jangan salah, aroma buang angin memiliki manfaat sendiri bagi kesehatan.

aroma buang angin
pixabay.com

Pasalnya, aroma buang angin dapat membantu mencegah kanker, stroke, serangan jantung dan demensia. Hal itu dikatakan para ilmuan di Universitas Exeter. Karena di dalam aroma buang angin ini, terdapat hidrogen sulfida yang dihasilkan oleh bakteri yang memecah makanan di dalam usus.

Artinya, saat Anda mencerna berbagai jenis makanan yang sudah dikonsumsi, beberapa jenis senyawa akan tercipta. Salah satunya adalah hidrogen sulfida yang menciptakan berbagai bau yang dapat menyertai gas yang keluar. Buang angin yang benar-benar berbau buruk adalah indikator kuat bahwa semuanya bekerja dengan baik di perut Anda.

Perlu diketahui. Hidrogen sulfida, H2S, adalah gas yang tidak berwarna, beracun, mudah terbakar dan berbau seperti telur busuk. Gas ini dapat timbul dari aktivitas biologis ketika bakteri mengurai bahan organik dalam keadaan tanpa oksigen (aktivitas anaerobik), seperti di rawa, dan saluran pembuangan kotoran. 

Hidrogen sulfida jika dalam dosis besar memang menghasilkan racun. Tetapi, jika jumlahnya kecil dapat membantu melindungi sel dan melawan penyakit. Dimana ketika sel menjadi terganggu oleh penyakit, tubuh mencoba menarik enzim untuk menghasilkan jumlah hidrogen sulfida sendiri.

Bahan kimia ini membantu melestarikan mitokondria, yang mendorong produksi energi di sel pembuluh darah dan mengatur peradangan penyakit. "Ketika sel-sel menjadi tertekan oleh penyakit, mereka menarik enzim untuk menghasilkan hidrogen sulfida dalam jumlah sedikit. Ini membuat mitokondria terus berdetak dan memungkinkan sel hidup. Jika ini tidak terjadi, sel mati dan kehilangan kemampuan untuk mengatur kelangsungan hidup dan mengendalikan peradangan," tutur Profesor Matt Whiteman seperti dikutip dari laman dailymail.

Profesor Matt Whiteman juga mengatakan, pihaknya telah meneliti proses alami ini dengan membuat senyawa, yang disebut AP39, yang secara perlahan mengirimkan sejumlah kecil gas secara khusus ke mitokondria. "Hasil kami menunjukkan bahwa jika sel yang tertekan dirawat dengan AP39, mitokondria dilindungi dan sel tetap hidup,” tukas dia.

Rekan peneliti Dr. Mark Wood menambahkan, meskipun hidrogen sulfida dikenal sebagai gas berbau busuk yang secara alami diproduksi di dalam tubuh, sebenarnya bisa menjadi pahlawan kesehatan yang memiliki implikasi signifikan untuk terapi berbagai macam penyakit. ** (SS)

SHARE