Kekeluargaan Pecinta Adrenalin Tinggi Komunitas Speedloverz - Male Indonesia
Kekeluargaan Pecinta Adrenalin Tinggi Komunitas Speedloverz
Gading Perkasa | Sport & Hobby

Sabtu, 16 September 2017 MALE Indonesia mengikuti kegiatan morning run yang rutin diadakan oleh salah satu komunitas mobil di Jakarta, Speedloverz. Kegiatan ini terlebih dulu dimulai dengan berkumpul di depan Senayan City, Senayan, Jakarta pada pukul 5.45.

DSC02659 (800 x 450)

Dalam kesempatan kali ini, tidak kurang dari 26 anggota hadir dengan mobil kesayangan mereka. Di antaranya adalah mobil-mobil ternama kelas dunia, seperti Volkswagen GTI, Mini Cooper S, BMW 520, Toyota Camry, Audi A4, Subaru Impreza, Toyota 86, Mercedes Benz dll.

Sekitar 42 menit kemudian, tepatnya pukul 6.27, setelah briefing singkat yang dipimpin oleh Ongky Setiawan, salah seorangfounder Speedloverz, seluruh anggota bergegas masuk ke dalam mobil mereka masing-masing dan memacu kendaraan mereka. Perjalanan kami dimulai dengan memasuki gerbang pintu tol Semanggi 2 menuju kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Cuaca cerah di Sabtu pagi dan kemacetan yang tak begitu berarti di jalan tol Jagorawi membuat para anggota memacu kendaraannya secepat mungkin. Sehingga dalam kurun waktu di bawah satu jam, kurang lebih pukul 7.10 kami sudah tiba di lokasi yang dituju.

DSC02704 (800 x 450)

Kami pun berhenti di salah satu tempat makan bernama Green Door Kitchen, Jl. Raya Kelapa Nias Blok HF3, Unit B, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Setelah kami semua memesan menu yang diinginkan, MALE Indonesia pun mewawancarai Ongky Setiawan, salah seorang founder Speedloverz.

Berdasarkan penuturan Ongky, komunitas mobil di Jakarta yang sudah dikenal para penggila kecepatan ini didirikan pada 2014 silam. Selain Ongky, ada empat pendiri lain yaitu Budjono, Sigit, Agus dan Kiki. Nama Speedloverz sendiri diambil lantaran hobi kelima orang ini memacu kendaraan mereka dengan kencang. “Bisa dibilang komunitas ini berisi para pecinta kecepatan. Apalagi kalau sudah di jalan tol,” tutur Ongky.

DSC02591 (800 x 450)

Yang menarik dari komunitas ini adalah, setiap orang bebas menggunakan mobil apapun untuk menjadi anggota Speedloverz tanpa dibatasi satu merek mobil tertentu. Maka, jangan heran apabila jumlah anggotanya sudah mencapai 160 orang hanya dalam waktu tiga tahun saja. “Biasanya, kalau komunitas mobil di Jakarta yang lain kan mobilnya harus sama tipenya. Nah kalau kita bebas, nggak dibatasi,” kata Ongky.

Para anggota yang tergabung rata-rata berawal dari berpapasan dengan anggota Speedloverz lain di jalan raya. Mereka kemudian berkenalan dan timbul ketertarikan bergabung ke komunitas tersebut. Ada juga mereka yang berasal dari klub lain, namun memutuskan bergabung ke Speedloverz lantaran ingin mencari hal-hal baru serta suasana kekeluargaan.

Sementara itu, salah satu anggota, Aaron Handojo mengaku pada awalnya ia belum mengetahui apa itu Speedloverz. Hingga akhirnya ia diajak oleh Doni, salah seorang temannya yang sudah lebih dulu menjadi anggota Speedloverz untuk mengikuti jejaknya. Selama berada di dalam Speedloverz, dirinya (Aaron-red.) merasakan suasana kekeluargaan yang sangat kental. “Kalau mobil kan hanya sebagai media untuk kumpul. Yang penting itu ikatan kekeluargaannya”, ujar Aaron.

Syarat untuk bergabung di Speedloverz tidaklah sulit. Cukup memiliki mobil dengan minimum tenaga sebesar 160 HP. Mengapa 160 HP? Ongky memiliki alasan tersendiri. “Kalau terlalu pelan, susah ngejar kawan-kawan yang lain. Handling mobil juga seadanya. Contohnya, mobil minibus kaya Toyota Fortuner bisa aja diupgrade sampai 200 HP. Tapi kalauhandlingnya susah dikendalikan, bisa terbalik itu mobil”, kata Ongky. “Walaupun di kita gak ada yang 160 HP. Rata-rata udah upgrade ke 200-300 HP. Yang 800 HP aja ada,” lanjutnya kepada MALE Indonesia.

Di samping itu, setiap orang akan dilihat cara mengemudinya ketika test run pertama sebelum bergabung. Bila calon anggota terlihat membahayakan pengguna jalan lain saat berkendara, maka ia tidak bisa menjadi anggota Speedloverz. “Kita disini tujuannya cuma menyambung tali silaturahmi kokUgal-ugalan gak ada manfaatnya, apalagi membahayakan orang lain.Respect sama pengguna jalan lain, itu yang penting”, tutur pria murah senyum ini.

Setelah dua persyaratan di atas terpenuhi, maka seseorang secara resmi sudah menjadi anggota Speedloverz. Baru kemudian mereka membayar untuk kaus dan stiker, itu pun sifatnya tidak memaksa. Namun, bila ada pagelaran otomotif tertentu seperti GIIAS, anggota yang memiliki kaus-lah yang diprioritaskan untuk menghadiri acara tersebut.

Sejak didirikan, komunitas mobil di Jakarta yang satu ini sudah mengikuti beberapa event otomotif. Salah satunya adalah Jambore Nasional Volkswagen di tahun 2015 yang dihadiri oleh para pecinta Volkswagen dari berbagai penjuru dunia. Di samping itu, mereka sendiri pernah mengadakan event balapan di Sentul, Bogor beberapa waktu lalu.

Ongky berharap, agar para penggila kecepatan yang berada di berbagai wilayah di Indonesia mau bergabung dengan Speedloverz. “Kami menyediakan wadah untuk berbagi informasi tentang dunia mobil, serta bertemu teman baru. Solid selamanya, dan mengutamakan kekeluargaan,” tutur penunggang Toyota 86 ini.**GP

SHARE