Anjing Paling Setia di Muka Bumi, Hachiko | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Anjing Paling Setia di Muka Bumi, Hachiko
Gading Perkasa | Story

Jika ditanya mengenai anjing paling setia di dunia, kami yakin semua orang akan menyebutkan satu nama: Hachiko. Benar sekali, bahkan Anda pun bisa jadi menyetujui pendapat tersebut. Kisahnya yang memilukan tak ayal membuat setiap orang meneteskan air mata.


Terrazzo/flickr

Pada era 1920-an, seorang Profesor bernama Hidesaburo Ueno dari Universitas Tokyo, Jepang sedang sibuk mencari anjing dengan ras Akita Inu. Di tengah pencariannya, ia menemukan dan langsung membeli seekor anjing seharga 30 yen di Kota Odate, Akita. Setelah itu Profesor Ueno bergegas membawa anjing itu pulang ke Tokyo menggunakan kereta cepat.

Setibanya di rumah, Profesor menamai anjingnya Hachiko (dari kata Hachi). Dimana merujuk pada angka delapan yang dalam bahasa Jepang mempunyai arti keberuntungan. Kisah keakraban antara manusia dan seekor anjing pun kian terbangun.

Kegiatan sehari-hari Profesor Ueno adalah bertugas mengajar di Universitas Tokyo dimana ia harus berangkat menggunakan kereta api. Sehingga, setiap harinya Hachiko menemani tuannya sampai Stasiun Shibuya.

Tanpa beranjak pergi, Hachiko menunggu dengan sabar sampai majikannya selesai mengajar di sore hari. Profesor Ueno selalu mendapati Hachiko sudah berada di depan stasiun sewaktu pulang. Begitulah aktivitas rutin yang dilakukan Hachiko tanpa merasa bosan sedikitpun.

Sayangnya kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Pada 21 Mei 1925, Profesor Ueno yang sedang mengajar di Universitas tiba-tiba terkena stroke dan meninggal dunia. Hachiko belum mengetahui bahwa tuannya telah tiada, menanti di depan stasiun hingga langit berubah gelap.

Tiga tahun berselang tepatnya di tahun 1928, Stasiun Shibuya mengalami perombakan total. Namun itu tidak menyurutkan keinginan Hachiko untuk berjumpa dengan Profesor Ueno sembari berharap dapat berjalan pulang bersama-sama lagi. Warga sekitar sering mendapati anjing paling setia ini tidur di salah satu sisi toko stasiun.

Singkat cerita, Hachiko kemudian diadopsi oleh majikan yang berbeda-beda. Namun, lokasi rumah pemilik terakhirnya sangat jauh dari kawasan Shibuya. Alhasil Hachiko berkali-kali melarikan diri menuju stasiun. Salah seorang yang tinggal tak jauh dari Stasiun Shibuya lantas mengadopsinya karena tidak tega melihat perjuangan Hachiko.

8 Maret 1935, warga menemukan Hachiko sudah meninggal di dekat Jembatan Inari, Shibuya. Penyebab kematiannya yaitu kanker terminal dan infeksi filaria. Hampir 10 tahun hidupnya dihabiskan demi menunggu Profesor Ueno pulang.


Manish Prabhune/flickr

Demi mengenang anjing paling setia di dunia bernama Hachiko, pemerintah memasukkan kisahnya ke dalam buku pendidikan moral bagi murid kelas dua sekolah rakyat di Jepang. Judulnya adalah On o Wasureruna (1937) yang artinya, “balas budi jangan dilupakan”. Sementara filmnya antara lain Hachiko Monogatari (1987) karya sutradara Seijiro Koyama, Densetsu no Akitaken Hachi (2006) serta Hachiko: A Dog’s Story (2009) dibintangi oleh Richard Gere dan Joan Allen.

Bukan itu saja, patungnya pun dibuat di sejumlah tempat. Antara lain kawasan Stasiun Shibuya dan Odate (kota kelahiran Hachiko). Tak ketinggalan patung Hachiko dan Profesor Ueno di area Universitas Tokyo dimana lokasinya berdekatan dengan Ueno Park.

Setiap tanggal 8 April, di Jepang selalu diadakan perayaan untuk mengenang Hachiko, anjing paling setia sepanjang sejarah. Masyarakat di sana menghormati sebuah arti kesetiaan, yang justru sudah jarang dimiliki manusia sekarang ini.**GP

SHARE