Penyakit Sifilis Menghantui Pria, Kenali Gejalanya - Male Indonesia
Penyakit Sifilis Menghantui Pria, Kenali Gejalanya
MALE ID | Sex & Health

Penyakit sifilis merupakan sebuah penyakit kelamin yang dianggap sangat mengerikan oleh pria. Wajar saja, sebab sifilis menyerang organ paling vital kaum adam, yakni penis. Tidak hanya itu, sifilis dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang jika tidak segera ditangani.

penyakit sifilis
pxehere.com

Anda berpotensi terkena penyakit sifilis ketika melakukan seks secara normal (Mr.P masuk ke Miss V), seks anal maupun seks oral. Sumber luka juga bisa ditemui pada Mr. P, Miss V, anus, bibir hingga mulut.

Tanda-tanda atau gejala penyakit sifilis pada pria berbeda-beda tergantung dari tahapannya. Setidaknya ada empat tahap dimana seseorang terserang penyakit yang kerap disebut-sebut sebagai “Raja Singa” ini. Apa saja? Berikut penjelasannya.

Baca juga: Jenis Disfungsi Seksual yang Wajib Diketahui Pria

Tahap Primer
Adalah tahap awal yaitu luka yang menimbulkan rasa sakit muncul di tempat bakteri masuk ke dalam tubuh. Biasanya terjadi di rentang waktu tiga minggu dari paparan dengan kisaran antara 10-90 hari. Luka cenderung muncul di daerah kelamin pria, namun tidak selalu pada penis. Perkembangan kelenjar getah bening bisa terjadi di daerah sekitar luka. Walaupun sudah sembuh, bukan berarti sifilis serta-merta menghilang begitu saja. Justru penderitanya masih bisa menularkannya kepada orang lain.

Tahap Sekunder
Ditandai dengan munculnya ruam selama 14-100 hari setelah luka berkembang bahkan sebelum mengalami fase penyembuhan. Artinya, infeksi telah menyebar ke seluruh tubuh. Pria mengalami demam, sakit tenggorokan, lesu, berat badan menurun, rambut rontok, sakit kepala dan bola mata tidak teratur.

Perkembangan ruam meliputi bagian telapak tangan dan kaki. Berwarna coklat kemerahan, kecil, padat, datar atau terangkat pada kulit. Bagi pria berkulit gelap, warna luka tampak lebih terang dibandingkan kulit di sekitarnya. Proses penyembuhan memakan waktu dua bulan secara sendirinya tanpa bekas luka. Sama seperti tahap pertama, sembuhnya luka tetap saja sifilis menulari orang lain.

Tahap Laten
Tanpa pengobatan, seseorang akan menuju ke tahap laten. Dimana tanpa mempunyai gejala tertentu dalam kurun waktu paling singkat satu tahun. Umumnya berkisar antara 5-20 tahun. Diagnosis akurat hanya dapat dilakukan melalui tes darah. Periode awal tahap laten yang dialami seseorang akan menularkan virus.

Tahap Akhir
Inilah tahapan paling berbahaya sekaligus menular dari penyakit sifilis. Apabila tidak segera diobati maka tahap akhir muncul dalam waktu dini, setahun paska terinfeksi. Masalah yang timbul berupa sifilis kardiovaskular (memengaruhi pembuluh darah dan jantung), gangguan mental, kebutaan, neurosifilis (masalah sistem saraf) hingga berujung pada kematian.**GP

SHARE