Sakit Kepala Saat Bercinta, Coital Cephalgia - Male Indonesia
Sakit Kepala Saat Bercinta, Coital Cephalgia
MALE ID | Sex & Health

Anda pernah mengalami momen dimana tiba-tiba terserang sakit kepala saat bercinta? Waspadalah, besar kemungkinannya Anda menderita coital cephalgia.

sakit kepala saat bercinta
Photo by AJ Garcia on Unsplash

Coital cephalgia merupakan serangan sakit yang terjadi di dasar tengkorak kepala sewaktu sedang melakukan aktivitas seksual dan belum meraih orgasme. Dikenal juga dengan istilah lain, yaitu orgasmic cephalgiaorgasmic headache, sexual headache serta primary headache with sexual activity (HSA).

Pada umumnya, penyakit ini lebih sering diderita oleh pria. Khususnya di usia aktif berhubungan seks, sekitar 20-25 tahun dan fase kedua mendekati usia 40-an. Banyak faktor yang berisiko tinggi menjadi penyebabnya. Antara lain berat badan berlebih, tekanan darah tinggi atau hipertensi, punya riwayat sakit kepala sebelah, sering melakukan seks dengan posisi berlutut dan penggunaan amfetamin dalam jangka waktu lama.

Rasa sakit sebenarnya terpendam di dasar tengkorak. Namun akan menjalar ke bagian depan secara tiba-tiba apabila seorang pria melakukan seks lantaran tekanan darah meningkat dan menimbulkan tekanan di kepala sekaligus menyebabkan otot menegang. Dua kombinasi ini diduga menyebabkan coital cephalgia.

Akibatnya, banyak pria harus mengurungkan niatnya tatkala mendapat ajakan dari  pasangan untuk bercumbu mesra di ranjang. Tidak jarang rasa sakit kepala saat bercinta sebelumnya memberikan trauma bagi mereka.

Coital cephalgia dibagi ke dalam tiga kategori dimana semuanya dibedakan berdasarkan lamanya serangan. Antara lain:

Early Coital Cephalgia
Kategori pertama adalah early coital cephalgia, biasanya berlangsung singkat dengan intensitas sedang. Gejala awalnya yaitu pengencangan dan ketegangan otot. Sering disertai nyeri tumpul karena memiliki keterkaitan pada kontraksi otot di daerah sekitar kepala.

Orgasmic Coital Cephalgia
Orgasmic coital cephalgia tergolong ke dalam jenis sakit kepala yang cukup berat. Rasa sakit akan dirasakan penderitanya di bagian belakang mata. Bisa datang secara mendadak dan berlangsung sekitar 15-20 menit saat pria tengah orgasme. Penyebabnya diduga terkait masalah tekanan darah. Cara mengatasinya hanya satu, menunda orgasme saat kepala mulai terasa sakit.

Late Coital Cephalgia
Sakit kepala datang setelah melakukan hubungan seksual bersama pasangan disertai jangka waktu lebih lama. Late coital cephalgia mempunyai hubungan dengan cairan kepala. Menurut Dr. Anton Darsono Wongso, dokter spesialis andrologi, kesakitan parah biasanya diikuti gejala lain. Seperti kesemutan, lemah, mati rasa hingga penglihatan yang kabur.

Dr. Anton juga menambahkan, coital cephalgia berpotensi menyebabkan pria mengalami disfungsi ereksi. “Sakit kepala saat bercinta bisa meningkatkan kecemasan dan menimbulkan masalah disfungsi ereksi. Sebaliknya, penderita disfungsi ereksi yang menjalani pengobatan juga dapat terserang coital cephalgia,” tuturnya.

“Agar rasa sakit di kepala berkurang, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Yakni kompres dingin serta berbaring di tempat tenang dan gelap. Menjalani terapi relaksasi akan membantu mengatasi coital cephalgia,” katanya.**GP

SHARE