Nuklir, Bikini, dan Simbol Keseksian Wanita  | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Nuklir, Bikini, dan Simbol Keseksian Wanita 
Sopan Sopian | Story

Bagaimana, nuklir atau bom atom berhubungan langsung dengan bikini dan simbol keseksian wanita? Tidak salah juga hubungan itu adalah hasrat lelaki yang memuncak lalu meletus. Namun itu adalah kiasan. Ini memang ada keterkaitannya secara sejarah. Bukan hanya sekadar kiasan untuk fantasi kenikmatan. 

bikin
Pxhere.com

Mengutip dari laman BBC, HG Wells merupakan orang yang pertama kali membayangkan tentang bom atom dan bahkan menamakannya, dalam sebuah novel yang diterbitkan pada 1914 dengan judul The World Set Free. Wells membayangkan sebuah uranium mirip granat tangan yang "dapat meledak dalam jangka waktu yang tertentu". Dia mungkin salah memperkirakan bentuk dan ukuran, tetapi itu menjadi sebuah realitas dalam hidupnya – hanya dalam 30 tahun kemudian.

Penemu pembelahan inti (fisi nuklir, 1938) sendiri adalah seorang Jerman ahli kimia dan pelopor dalam bidang radioaktivitas dan radiokimia yang memenangkan Nobel dalam Kimia untuk penemuan fisi nuklir. Ia dikenal sebagai "bapak kimia nuklir", Otto Hahn. 

Namun, bukan Otto Hahn yang berhasil membuat bom atom (nulkir) pertama di dunia. Dia hanya sebagai penemu pembelahan inti. Penemuan Hahn ini justru dimanfaat oleh pembantunya saat penelitian pertama itu, yakni Lise Meitner. Saat pelariannya ke Swedia dari kejaran Nazi (karena ia adalah seorang Yahudi), ia membaca laporan Hahn dan tertulis kalau penemuan Hahn adalah Fisi Nuklir.

Akhirnya Meitner memberikan berkas penelitian Hahn ke Amerika Serikat dan di Amerika Serikat penemuan Hahn di garap dan berhasil membuat bom atom pertama di dunia. 

Cikal Bakal Bikini
Setelah Amerika berhasil membuat bom atom pertama di dunia. Mulai dari rentang tahun 1946 sampai 1958, terhitung ada 23 perangkat nuklir yang diledakkan Amerika Serikat, pada tujuh lokasi uji berbeda yang berada di Pulau Bikini Atoll.

Kontroversi seputar pengujian senjata nuklir tersebut yang menarik perhatian insiyur asal Paris, Louis Reard. Atas dasar itulah, pada 1946, Reard menciptakan sebuah busana renang yang dinamakan bikini.

Tetapi langkah yang diambil Reard saat itu terbilang berani. Sebab terobosan fesyen untuk sebuah busana renang di tahun 40-an, bikini terbilang terlalu terbuka untuk wanita. Ditambah lagi, wanita kala itu belum memiliki hak suara.

Saat membuat bikini, Reard berharap bikini yang berukuran kecil bisa menginspirasi dunia, layaknya bom atom, kecil namun mematikan. Risiko yang ia ambil nyatanya memberikan efek baik bagi dirinya, reaksi budaya serta penjualan komersil bikini pun "meledak".

Bikini kini tergolong sebagai busana yang paling laku dijual. Dalam satu tahun, penjualan bikini mencapai 8 juta dollar AS atau setara dengan 116 miliyar rupiah. Itupun hanya penjualan di Amerika Serikat saja. 

Hingga sekarang, bikini pun menjadi pakaian renang yang populer dikalangan wanita. Bahkan, bikini telah menjadi simbol keseksian wanita. Dan seperti dikatakan di awal paragraf, ledakan "hasrat" hubungan antara nuklir, bikini, dan simbol keseksian wanita tidak dapat disalahkan pula. Pria mana yang tidak "meledak" jantungnya saat wanita memakai bikini? ** (SS)
 

SHARE