Kota Ramah Pejalan Kaki disertai Pemandangan Indah - Male Indonesia
Kota Ramah Pejalan Kaki disertai Pemandangan Indah
MALE ID | Relax

Bertempat tinggal di Jakarta yang notabene bukan merupakan kota ramah pejalan kaki memang terasa menyebalkan. Trotoar dalam kondisi kurang layak kerap dijumpai di sudut-sudut ibu kota. Bahkan lahan yang seharusnya menjadi jalur khusus pejalan kaki disesaki oleh kendaraan roda dua.

Beragam alasan diungkapkan oleh para pelanggar jalur pejalan kaki. Dari takut terlambat ke kantor, ada urusan penting dan masih banyak lagi. Bukankah pengendara roda dua mempunyai jalurnya sendiri?

Keberadaan pejalan kaki kian tersisihkan. Akan tetapi, Anda tidak akan menemukan kesemerawutan tersebut kala mengunjungi beberapa kota di luar negeri. Kota-kota ini bisa dibilang sebagai surga bagi pejalan kaki. Bahkan pemerintah setempat menyediakan jalur pedestrian yang aman dan nyaman.

Tidak perlu berlama-lama. Mari kita intip mana saja kota ramah pejalan kaki disertai pemandangan indah di muka bumi.
Baca juga: Mengunjungi Belanda, Sempatkan Mampir ke Kota ini

Vientiane (Laos)


yeowatzup

Vientiane adalah ibu kota Laos, yang memiliki campuran budaya Asia Tenggara dan Perancis. Suasana santai, pepohonan rindang nan menggoda untuk disusuri dengan berjalan kaki.

Marrakesh (Maroko)


Jerzy Strzelecki

Para wisatawan dijamin terpana melihat keindahan kota Marrakesh. Anda pun hanya perlu melangkahkan kaki agar dapat menjelajahi berbagai tempat menarik di sini. Labirin kota membawa kita ke pusat keramaian pedagang rempah-rempah, toko karpet sampai monumen historis. Atau mau mengunjungi Masjid Koutoubia, reruntuhan istana serta jantung kota Jemaa El Fna, dimana terkenal sebagai pusat jajanan, rumah makan dan festival.

Melbourne (Australia)


pixabay.com

Menjadi kota terbesar kedua di Negeri Kanguru tidak lantas membuat pejalan kaki tersisihkan. Arsitektur bergaya Victoria mempunyai nilai historis dipadukan gedung pencakar langit modern. Anda bisa berjalan kaki menikmati taman kota teduh disertai keindahan teluk, pemandangan Yarra River dll.

Boston (Amerika Serikat)


Robbie Shade

Boston adalah rumah bagi jalan-jalan maupun jalur berbalut sejarah dan budaya kota. Damainya tepi laut Boston bisa Anda tempuh dengan berjalan kaki di Harbour Walk. Di samping itu terdapat landmark lokal seperti institut seni dan taman Christoper Colombus yang indah.

Paris (Perancis)


pixabay.com

Anda memerlukan waktu lebih dari dua hari untuk menyusuri setiap sudut kota Paris yang menakjubkan. Betapa tidak, menyusuri pinggir sungai Seine, Jardin des Tuileries, The Louvre, Notre Dame sampai Menara Eiffel dengan berjalan kaki membuat hati serasa damai sehingga Anda menjadi lupa waktu.

Firenze (Italia)


pxhere.com

Kota ramah pejalan kaki selanjutnya adalah Firenze, Italia. Sering disebut sebagai museum terbuka, kota ini sarat bangunan kuno menawan. Dari Cattedrale di Santa Maria del Fiore sampai jembatan bersejarah Ponte Vecchio. Anda tidak sulit menemukan kafe, bar atau restoran ketika ingin mengistirahatkan kaki sejenak. For your information, banyak jalan di Firenze justru tertutup bagi kendaraan beroda empat seperti bus atau taksi.

New York (Amerika Serikat)


pexels.com

Inilah salah satu contoh bagaimana kota tersibuk di dunia masih terkesan ramah kepada para pejalan kaki. Di kawasan Manhattan, mudah sekali menemukan nomor jalan. Kawasan ramai turis seperti Times Square juga memiliki trotoar sangat lebar. Atau barangkali Anda mau melihat kemegahan jembatan Brooklyn dan menyusuri kawasan elit Fifth Avenue? Sure you can do.

Buenos Aires (Argentina)


pixabay.com

Ibu kota Argentina, Buenos Aires mendapat julukan “Paris di Amerika Selatan”. Penuh arsitektur bergaya Eropa dan budaya beragam membuat pejalan kaki merasakan kedamaian di sini. Apalagi jika Anda adalah pecinta seni.

SHARE