Gampang Tertidur di Kantor? Waspadai Narkolepsi - Male Indonesia
Gampang Tertidur di Kantor? Waspadai Narkolepsi
MALE ID | Sex & Health

Waspadai narkolepsi bagi Anda yang sering tertidur di kantor. Apalagi hal itu tiba-tiba terjadi tanpa peringatan lebih dahulu. Tak hanya itu, tertidur saat berbicara dengan rekan kerja atau teman-teman pun mesti hati-hati atau waspadai narkolepsi.

waspadai narkolepsi
hiroo yamagata/flickr.com

Narkolepsi sebenarnya termasuk kelompok gangguan otak jangka panjang. Kondisi ini terbilang langka. Gejala narkolepsi paling sering dimulai antara usia 10 dan 25 tahun. Kondisinya mungkin memburuk selama beberapa tahun pertama, dan kemudian berlanjut seumur hidup. 

Nah, untuk Anda yang merasa seperti hal tersebut. Baiknya mengenali gejala-gejalanya. Menguutip dari laman Mayo Clinic, berikut beberapa gelaja narkolepsi untuk waspadai narkolepsi.

1. Halusinasi
Halusinasi ini disebut halusinasi hypnagogia. Hypnagogia adalah keadaan mental antara terjaga dan tidur ketika kita setengah sadar. Halusinasi terjadi dalam keadaan setengah tertidur.

2. Kantuk yang Berlebihan di Siang Hari
Orang yang menderita narkolepsi kerap tertidur tanpa peringatan, dimana saja dan kapan saja. Misalnya, saat bekerja atau berbicara dengan teman. Penderita mungkin tertidur selama beberapa menit bahkan hingga setengah jam sebelum bangun dan merasa segar kembali, namun akhirnya dia tertidur lagi.

Anda mungkin perlu mewaspadai jika kantuk berlebihan di siang hari yang menyebabkan Anda kesulitan untuk berkosentrasi. Sebaiknya, temui dokter jika kantuk di siang hari mengganggu kehidupan pribadi Anda atau pun pekerjaan Anda.

3. Kelumpuhan Tidur
Orang dengan narkolepsi sering mengalami ketidakmampuan sementara untuk bergerak atau berbicara saat tertidur atau bangun tidur. Biasanya hal ini berlangsung singkat selama beberapa detik ataupun menit, tapi bisa menakutkan. Namun, tidak semua orang dengan kelumpuhan tidur memiliki narkolepsi. Banyak orang yang tidak menderita narkolepsi, mengalami beberapa episode kelumpuhan tidur terutama pada usia dewasa muda.

4. Merasa Lemas Berlebih 
Gelaja yang mesti diwaspadai narkolepsi adalah ketika Anda tiba-tiba merasa lemas seolah-olah kehilangan otot tubuh. Kondisi ini yang disebut katapleksi atau melemahnya otot secara tiba-tiba yang dapat ditandai dengan kaki terasa lemas, kepala lunglai dan rahang turun, penglihatan tidak fokus serta ucapan terdengar tidak jelas.

Hilangnya kendali otot ini bersifat sementara dan biasanya dipicu oleh emosi tertentu, seperti akibat terkejut, marah, senang, atau tertawa. Frekuensi waktu terjadinya katapleksi pada penderita narkolepsi berbeda-beda, ada yang bisa mengalaminya beberapa kali dalam sehari dan ada juga yang hanya satu atau dua kali dalam setahun. Masing-masing kondisi berdurasi waktu beberapa detik sampai beberapa menit.

5. Gangguan Tidur Lainnya
Orang dengan narkolepsi mungkin memiliki gangguan tidur lainnya, seperti apnea tidur obstruktif, bahkan insomnia. ** (SS)

SHARE