Nyotaimori, Menyantap Sushi di Atas Tubuh Wanita - Male Indonesia
Nyotaimori, Menyantap Sushi di Atas Tubuh Wanita
Gading Perkasa | Relax

Istilah nyotaimori tentu masih terdengar asing di telinga sebagian besar masyarakat Indonesia. Namun hal itu tidak berlaku bagi penikmat sushi sekaligus pecinta kebudayaan negeri Jepang. Benarkah?

nyotaimori
pixabay.com

Berbicara mengenai negeri sakura belum lengkap rasanya bila tak membahas makanan khasnya, salah satunya yaitu sushi. Berbagai rasa serta tampilannya selalu memanjakan lidah penikmatnya. Sushi selalu diletakkan di piring layaknya makanan lain. Tetapi rupanya, ada banyak kedai di sana yang menyajikan sushi secara tidak biasa.

Turis maupun wisatawan asing masih bisa menjumpai beberapa kedai menawarkan pengalaman menyantap sushi di atas tubuh telanjang wanita. Dinamakan nyotaimori, tradisi kuno masyarakat Jepang sejak zaman Geisha pada abad ke-18. Meski terkesan aneh, sejumlah pihak menganggapnya sebagai seni dalam menikmati sushi. Tradisi ini sangat populer di seantero Jepang.

Anda pasti merasa jijik atau malas menyantap sushi yang dihidangkan dengan cara tersebut. Pada kenyataannya, kekhawatiran Anda terlalu berlebihan. Pasalnya, sebelum sushi disajikan di atas model tanpa sehelai kain pun, para wanita di sana wajib mencukur semua bulu di tubuhnya. Mereka mandi sampai bersih menggunakan sabun khusus bebas aroma. Setelah itu barulah tubuh model disemprotkan cairan untuk menjaga rasa dan aroma sushi.

Baca juga: Tempat Wajib di Tokyo yang Harus Anda Kunjungi

nyotaimori
Edith Soto/flickr

Penyebaran nyotaimori di luar negeri matahari terbit terbilang masih sangat sedikit. Banyak kecaman terkait tradisi ini. Sebagai contoh, di tahun 2005 China melarang keras dan menilai praktik menyantap sushi di atas tubuh wanita adalah ‘penghinaan kualitas moral rakyat’.

Setali tiga uang dengan negeri tirai bambu, Afrika Selatan sebagai negara penggemar sushi juga mengecam apa yang dilakukan Jepang. Bahkan menyulut protes dari sejumlah tokoh agama dan petinggi partai saat Kongres Nasional Afrika.

Sedikitnya ada empat film yang pernah menyinggung tradisi tersebut. Antara lain film Showdown in Little Tokyo (1991), Rising Sun (1993), Sex and The City (2008) dan Bruno (2009).

Beberapa negara belahan barat dunia masih menyediakan nyotaimori dengan berbagai peraturan ketat yang wajib ditaati. Misalnya pelanggan tidak boleh berbicara kepada sang model, dilarang menyentuh atau menganiaya bagian tubuh model. Pengunjung hanya diperbolehkan menggunakan sumpit untuk mengambil sushi.

Di Inggris, para tamu akan diberitahu mengenai lokasi makan malam nyotaimori selanjutnya setelah memesan tempat dan membayar penuh terlebih dahulu. Sementara bagi negeri kita sendiri yang menjunjung tinggi adat ketimuran jelas menentang keras. Terlepas dari pro-kontra tradisi tersebut, masih berniatkah Anda menyantap sushi dengan sensasi yang berbeda?**GP

SHARE