Bencana Italia Gagal Maju ke Piala Dunia 2018 - Male Indonesia
Bencana Italia Gagal Maju ke Piala Dunia 2018
MALE ID | Sport & Hobby

Masih lekat dalam ingatan kita bagaimana Timnas Italia gagal melaju ke Piala Dunia 2018 di Rusia. Kegagalan itu dikarenakan Italia kalah agregat 0-1 dari Swedia dalam dua pertandingan yang mempertemukan mereka di Playoff Piala Dunia 2018 Zona Eropa.

italia gagalFootball.ua/wikimedia

Tidak lama paska kekalahannya, sebanyak empat pemain senior memutuskan gantung sepatu dari Timnas Italia. Antara lain Andrea Barzagli, Daniele De Rossi, Giorgio Chiellini hingga sang penjaga gawang Gianluigi Buffon. Hasil ini membuat mereka hanya menjadi barisan penggembira di perhelatan olahraga terbesar seantero jagat sejak 60 tahun terakhir.

Sekedar informasi, terakhir kali Italia gagal berpentas yakni pada Piala Dunia 1958 yang berlangsung di Swedia. Pertanyaannya, ada apa dengan Timnas Italia di bawah asuhan Gian Piero Ventura?

italia gagalVaughan Liberum/wikimedia

Berikut adalah sejumlah penyebab Gli Azzurri harus merelakan Piala Dunia 2018 Rusia. Semoga saja dapat menjawab pertanyaan dan tidak menambah kekecewaan Anda.

Baca juga: Kegagalan Timnas De Oranje Menapaki Piala Dunia

Pelatih Tidak punya Prestasi 
Berakhirnya kerjasama Antonio Conte di musim panas 2016 lalu membuat Federasi Sepakbola Italia (FIGC) menunjuk Gian Piero Ventura sebagai pelatih timnas. Hal ini membuat banyak pihak terutama penikmat sepak bola menggaruk-garuk kepala. Bagaimana bisa seorang pelatih tanpa prestasi mentereng menangani Italia yang telah menjuarai Piala Dunia sebanyak empat kali.

Sejak awal karirnya sebagai pelatih, tercatat hanya satu gelar berhasil ia berikan kepada klub asuhannya. Itupun gelar remeh berupa kampiun Serie C kala Ventura menukangi Lecce di musim 1995/1996. Maka jangan heran kalau Italia gagal mengungguli Spanyol selama kualifikasi Piala Dunia lalu.

Strategi yang Buruk
Pada era Conte, Italia identik dengan pola formasi 3-5-2. Penerapan formasi tersebut membuat para pemain tampil solid bahkan menembus perempat final Piala Eropa 2016. Namun kehadiran Ventura merusak semuanya. Ia nekat mengubah pola warisan Conte ke 4-2-4 dan menggunakannya untuk menghadapi Negeri Matador di Santiago Bernabeu.

Alih-alih meraih kemenangan, Italia justru dibantai Spanyol dengan skor 0-3. Ventura baru kembali ke pola 3-5-2 saat timnya melawan Swedia di dua pertandingan Playoff Piala Dunia 2018. Jelas sudah tidak ada gunanya.

Tim Dipenuhi Pemain Berusia Senja
Sulit membayangkan apa yang terjadi jika sebuah tim berisi para pemain tua. Rata-rata pemain Gli Azzurri telah berusia di atas 30 tahun. Dari Leonardo Bonucci (30), Giorgio Chiellini (33), Daniele De Rossi (34), Andrea Barzagli (36) sampai Gianluigi Buffon (39). Tengok saja negara lain semacam Spanyol, Perancis dan Jerman yang mengandalkan para pemain muda.

Tidak Memainkan Lorenzo Insigne
Ventura dihujani caci maki oleh seisi Stadion San Siro maupun publik seusai leg kedua playoff melawan Swedia yang berakhir dengan skor kacamata, 0-0. Pasalnya, pelatih berusia 69 tahun itu sama sekali tidak memainkan Lorenzo Insigne. Ia (Insigne-red.) adalah winger muda Napoli berusia 24 tahun dimana telah mencetak enam gol serta enam assist dari 18 pertandingan sepanjang musim 2017/2018 Liga Italia Serie-A.

Sebenarnya formasi 3-5-2 bisa menempatkan Insigne di posisi penyerang. Namun apa lacur, Ventura lebih memilih memainkan Manolo Gabbiadini yang kurang greget di musim ini.

Turunnya Mental
Sejak Marcelo Lippi mengantarkan Italia menjuarai Piala Dunia 2006, nyaris tidak lagi terlihat mental baja setiap pemain timnas. Terbukti di dua Piala Dunia selanjutnya yakni 2010 (Afrika Selatan) dan 2014 (Brazil), Negeri Pizza tersingkir di fase grup. Keok dari negara medioker Slovakia 2-3 (Piala Dunia 2010) dan Kosta Rika 0-1 (Piala Dunia 2014) merupakan bukti bahwa mental pemain Italia merosot drastis.

Semoga saja nasib buruk Gli Azzurri segera berakhir dan memberikan torehan prestasi yang patut dibanggakan oleh para penikmat sepak bola Italia di tanah air. Entah pada Piala Eropa 2020 atau Piala Dunia 2022 mendatang. L’Italia per sempre. Arrivederci.**GP

SHARE