Bekerja di Kantor Sudah Kuno bagi Milenial, Why? - Male Indonesia
Bekerja di Kantor Sudah Kuno bagi Milenial, Why?
MALE ID | Works

Bekerja di kantor mempunyai keunggulan dan kekurangannya sendiri. Bahkan di era sekarang kaum muda milenial kerap beranggapan bahwa kekurangan yang dirasakan jauh lebih banyak dibandingkan hal-hal positif. Mengapa timbul persepsi demikian?

bekerja di kantorPhoto by Crew on Unsplash

Sudah bukan rahasia, bila menjadi karyawan kantoran pasti lekat akan sejumlah peraturan dan wajib ditaati. Anda harus hadir tepat waktu dan pulang menyesuaikan jam yang ditentukan. Meninggalkan kantor di tengah jam kerja berpotensi membuat Anda mendapatkan teguran hingga sanksi dari atasan.

Selain masalah kedisiplinan, tak sedikit perusahaan terkesan kaku dimana para karyawannya harus berpenampilan rapi dan memakai pakaian formal. Banyak orang kemudian ‘terpaksa’ bertahan bekerja di kantor walaupun harus tunduk pada aturan mengekang tersebut.

Hal ini sama sekali tidak berlaku bagi kaum muda milenial, khususnya pria. Mereka ogah mengikuti arus dan lebih memilih membuka usahanya sendiri atau kerja di bidang kreatif. Buat mereka, menghasilkan uang dengan bekerja di kantor adalah cara yang sangat kuno. Mau tahu kenapa? There we go.

Baca juga: Memulai Bisnis Kuliner Tanpa Membuka Restoran

Kerja Tradisional Sudah Bukan Hal Menarik Lagi
Setiap kita datang terlambat, kemungkinan besar berpengaruh pada gaji. Cuti lebih dari dua hari tidak diizinkan, dan masih banyak lagi peraturan menjengkelkan. Pria milenial menilai hal seperti itu menyita waktu dan berisiko pada kesehatan pekerja.

Mencari Alternatif Lebih Baik
Pria milenial sibuk memikirkan bagaimana cara mengerjakan sesuatu yang disukai atau memberi kenyamanan tetapi tetap menghasilkan. Artinya, mereka tidak terikat oleh waktu. Membuat dirinya merasa nyaman, itu yang terpenting.

Fokus pada Passion
Banyak dari kaum adam memegang prinsip, “Kerjaan apa saja kulakukan, asalkan dapat uang. Inilah prinsip yang dibuang jauh-jauh oleh pria milenial. Mereka berfokus mengejar cita-cita bukan semata karena uang. Gaji seadanya tak masalah, asalkan mereka mencintai pekerjaan tersebut.

Kritis
Karena terbiasa melakukan banyak hal, pria milenial terus mencari tahu dan menambah wawasan. Bukan cuma bekerja menaati perintah atasan, melainkan juga menyelidiki sebab-akibatnya. Prinsip “Asal bapak senang” sudah ketinggalan zaman. Sederhananya, mereka sangat kritis dan mempunyai rasa ingin tahu yang besar

Mengutamakan Keseimbangan Hidup
Hidup tidak cuma bekerja dan bekerja. Ada kegiatan lain di luar sana yang dapat dilakukan dan mereka ingin kehidupannya seimbang, tidak berat sebelah.**GP

SHARE