Air Kemasan dan Air Rebusan, Mana Lebih Baik? - Male Indonesia
Air Kemasan dan Air Rebusan, Mana Lebih Baik?
MALE ID | Sex & Health

Air kemasan sudah menjadi bagian dari aktivitas di kota-ktoa besar. Bahkan setiap rumah kini memiliki air kemasan untuk menghilangkan dahaga saat selesai aktivitas di luar rumah. Namun, meski menjamurnya air kemasan, tidak sedikit pula masyarakat masih mengonsumsi air rebusan di setiap rumah masing-masing.

pexels.com

Ya, bagi manusia air adalah hal yang sangat dibutuhkan bagi kesehatan tubuh. Maka dari itu, manusia disanrankan dapa mengonsumsi air dengan mineral yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Namun pertanyaannya, mana yang lebih baik, air kemasan atau air rebusan?

Air rebusan yang dimasak hingga mendidih memang terlihat lebih baik karena proses memasak dengan air mendidih terlihat oleh nyata. Akan tetapi menurut Dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr. Ulul Albab, SpOG mengatakan bahwa, air rebusan belum tentu baik atau bagus. "Air rebusan lebih bagus dari air kemasan? Belum tentu," tutur dia.

Baik atau tidaknya air rebusan di rumah, menurut dr. Ulul tidak bisa dilihar dari bentuk fisik maupun mengolahnya. Meski proses merebus merupakan pemenuhan syarat mikrobiologi sehingga virus yang ada di air itu hilang karena suhu tinggi, namun tidak dapat langsung itu baik. 

"Agak susah sebenarnya untuk mengontrolnya. Meski di masak dengan air mendidih, tetapi kita tidak tahu PH-nya berapakan, masih ada bakterinya atau tidak," ucap Ulul.

Memasak air memang sebagai syarat dasar untuk menghilangkan bakteri. Meski ada anggapan belum tentu baik. Dirinya pun mengatakan bahwa air yang dimasak juga belum tentu tidak bagus. "Kalau ingin memastikan air yang dimasak sudah bagus atau sudah baik, air itu harus dicek di lab," tuturnya.

Air dalam kemasan yang juga terlihat lebih steril, belum tentu juga dikatakan baik meski dengan komposisi yang tertera. Karena setiap konsumen juga tidak tahu sumber mata airnya dari mana, tercemar atau tidak, proses pengemasannya seperti apa, hampir semua tidak memerhatikan hal tersebut. "Air kemasan sumber mata airnya di mana, kan kita engga tahu juga," kata dr. Ulul.

Pada akhirnya memang banyak faktor yang harus dipertimbangkan sebelum memilih antara air kemasan dan air rebusan. Bila Anda ingin menggunakan air dalam kemasan, baiknya memilih yang telah terdaftar BOPM dan SNI. Baiknya juga air dalam kemasan yang jauh dari paparan sinar matahari.

Semantara untuk air rebusan, seperti di katakan dr Ulul, mesti dibawa ke labolatorium untuk dicek bebas bakterinya. Jika sudah bebas bakteri, virus, atau racun. Untuk panduan memasaknya, rebus air hingga titik didih seratus derajat Celsius. Biarkan air mendidih selama paling tidak sepuluh menit sebelum mematikan api. **

SHARE