Kekalahan Arsenal oleh Niac Mitra di Era 80an - Male Indonesia
Kekalahan Arsenal oleh Niac Mitra di Era 80an
MALE ID | Sport & Hobby

Kekalahan Arsenal oleh Niac Mitra pada tahun 1983 lalu masih mengejutkan banyak pihak, khususnya bagi penikmat sepakbola. Nyaris tidak ada yang menyangka, sebuah klub tersohor dari kancah Liga Inggris bisa takluk di tangan tim lokal tanah air. Padahal, kualitas pemain Arsenal dinilai jauh berada di atas pemain Niac Mitra.

kekalahan arsenal
Ronnie MacDonald

Di tahun tersebut, The Gunners mempunyai harapan agar tur mereka ke benua Asia berjalan sukses. Dimana menurut manajemen klub Arsenal, hal itu bisa membantu meningkatkan semangat para pemain setelah harus puas menduduki posisi sepuluh di klasemen akhir Division One Liga Inggris musim 1982/1983.

Arsenal datang membawa sejumlah pemain hebat. Antara lain Alan Sunderland, Pat Jennings, Kenny Sansom, Graham Rix, sang legenda David O’Leary dan masih banyak lagi. Mereka memulai tur pertama di tanah Sumatera melawan PSMS Medan. Pertandingan berakhir dengan skor 3-0 untuk kemenangan The Gunners.

Usai PSMS Medan menjadi ‘korban’, Arsenal membantai tim PSSI Selection berisi para pemain bintang tanah air kala itu yakni Elly Idris dkk. Bertempat di Stadion Senayan (sekarang Gelora Bung Karno). Tim besutan Terry Neill menang telak, 5-0.

Raihan dua kemenangan membuat tim asal kota London tersebut semakin percaya diri menghadapi pertandingan ketiganya. Maka, pada 16 Juni 1983 berangkatlah mereka menuju Surabaya demi melawan sang juara Galatama, Niac Mitra. Alih-alih berpesta pora, Arsenal justru tak berdaya dihajar dengan skor 2-0 oleh Niac Mitra di Stadion Gelora 10 November Tambaksari yang dipadati sebanyak 30 ribu penonton.

Niac Mitra menurunkan formasi terbaiknya. Dari kiper David Lee, Dullah Rahim, Hamid Asnan, Rae Bawa, Rudi Keltjes, Yudi Suryata, Tommy Latuperisa, Wayan Diana, Budi Aswin, Joko Malis serta Fandi Ahmad. Dua nama terakhir menjadi bintang pertandingan. Fandi Ahmad mengoyak gawang Pat Jennings di menit ke-27. Sedangkan Joko Malis mencetak gol kedua bagi Niac Mitra di menit ke-85. Kemenangan Niac Mitra ini sekaligus menandai kekalahan Arsenal di tanah Nusantara.

Paska pertandingan antara Arsenal vs Niac Mitra, banyak pihak beranggapan klub asal Kota Pahlawan itu jauh lebih hebat dibanding timnas PSSI maupun Persija yang menahan PSV (berisi pemain bintang Eric Gerets dan Ruud Gullit) dengan skor 3-3 di Senayan. Seperti ditulis Dhahana Adi dalam Surabaya Punya Cerita: Volume 1.

Kendati demikian, ada saja yang mencibir kemenangan Niac Mitra. Faktor utamanya yakni kelelahan para pemain The Gunners lantaran harus bermain tiga kali dalam waktu enam hari. Di samping itu, mereka berjuang melawan cuaca panas. Bagaimana tidak, pertandingan dimainkan pada pukul dua siang.

Suka atau benci, memang seperti itulah kenyataannya. Kekalahan Arsenal bukan masalah besar yang perlu dirisaukan. Baik timnas maupun dua klub lokal telah memperoleh pengalaman istimewa melawan para pemain bintang asal negeri The Big Ben. Sementara prestasi Arsenal sendiri membaik ke posisi enam di klasemen akhir Division One Liga Inggris musim 1983/1984.**GP

SHARE