Mencukur Bulu Kemaluan Pria dengan Benar | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Mencukur Bulu Kemaluan Pria dengan Benar
Gading Perkasa | Sex & Health

Tidak cuma jenggot atau rambut saja, mencukur bulu kemaluan pria juga sebaiknya rutin dilakukan. Kerapiannya sangat vital, meski letaknya berada di area tersembunyi. Benarkah begitu?

Pexels.com

Belum banyak kaum adam mengetahui, rambut kemaluan yang tumbuh sembarangan berpotensi mengganggu kesehatan di sekitar area intim. Jika tidak mencukur bulu kemaluan secara berkala, maka bisa menjadi tempat bersarangnya kuman dan bakteri. Sangat disayangkan manakala rencana kegiatan bercinta Anda harus tertunda lantaran sibuk berurusan dengan kuman tersebut.

Berikut adalah penjelasan terkait mencukur bulu kemaluan pria yang baik dan benar. Ingat, berhati-hatilah mencukurnya supaya tidak menorehkan luka nantinya. Inilah ulasannya.

Baca juga: Melihat Karakteristik Mr. P yang Sehat

Lemaskan rambut kemaluan melalui mandi terlebih dahulu
Langkah pertama yang perlu Anda lakukan yakni mandi terlebih dahulu untuk melemaskan rambut kemaluan. Atau Anda bisa mengompresnya menggunakan air hangat demi menghaluskan rambut, dimana sel-sel kulit mati terlepas. Di samping itu mengurangi risiko kulit di sekitar rambut kemaluan tersangkut saat proses pembersihan.

Gunakan gunting sebelum mencukurnya
Usai menerapkan langkah di atas, berikutnya potong dengan gunting khusus berukuran kecil. Pastikan guntingnya tajam, sehingga proses memotong rambut kemaluan menjadi lebih mudah dan tak memakan waktu lama. Cukup sisakan sekitar 5 milimeter atau terlihat sudah cukup pendek.

Jangan lupa oleskan foam saat mencukur
Ukurannya sudah terlihat pendek, maka oleskan foam pada saat mencukur. Sama seperti mencukur jenggot, penggunaan busa mereduksi efek perih dan luka serta dapat membantu permukaan di area bersemayamnya Mr. P lebih lembap. Jangan menggunakan foam pencukur jenggot, karena komposisinya berbeda. Sudah banyak yang menjual foam khusus pencukur rambut kemaluan.

Perhatikan alat cukur Anda
Tepat sekali. Perhatikan alat cukur kepunyaan Anda. Jika kondisinya sudah tidak memungkinkan dipakai, segera buang. Belilah alat pencukur baru yang memiliki dua mata pisau. Proses mencukur menjadi lebih cepat karena mata pisaunya masih tajam. Satu hal lagi, arah mencukur rambut kemaluan pun wajib diperhatikan. Cukur secara searah supaya hasilnya rapi dan tidak kasar.

Kompres kembali menggunakan air hangat
Poin terakhir sangat penting untuk menghindarkan risiko iritasi. Oleskan minyak pelumas atau baby oil pada kulit di sekitar kemaluan yang baru saja melewati proses bercukur. Kulit senantiasa cepat pulih dari iritasi.

Bagaimana, caranya cukup mudah, kan? Silahkan Anda coba sendiri. Namun, jangan terlalu sering mencukurnya. Lakukan setidaknya sebulan sekali ketika sudah mengganggu atau tampak kusam.**GP

SHARE