Dampak Serius Mengintai pada Pemilik Mr P Bengkok - Male Indonesia
Dampak Serius Mengintai pada Pemilik Mr P Bengkok
MALE ID | Sex & Health

Mr P bengkok umumnya tidak dianggap sebagai masalah yang perlu dikhawatirkan dan tidak perlu penanganan khusus. Namun, baru-baru ini ada sebuah penelitian yang tentunya membuat para pria yang memiliki bentuk Mr P bengkok khawatir.

mr p bengkok
Pixabay.com

Sebuah penelitian terhadap lebih dari 1,5 juta lelaki yang dilakukan American Society for Reproductive Medicine, menemukan hubungan yang mengkhawatirkan antara penyakit Peyronie, sebuah kondisi yang menyebabkan Mr P menjadi bengkok saat ereksi, dengan kanker perut, kulit, dan testis.

Kondisi yang menyebabkan Mr P begkok dikenal sebagai fibros penis, di mana kondisi itu memang memengaruhi bagitu banya lelaki. Seperti halnya di Inggris. Mr P bengkok sendiri hampir dialami oleh 155.000 lelaki dewasa. Meski jarang pada usia muda, namun usia matang lebih sering terjadi atau mengalami kondisi Mr P bengkok saat ereksi.

Baylor College di Houston menemukan bahwa mereka yang didiagnosis dengan kondisi fibros penis, 40 persen berisiko lebih tinggi terkena kanker testis. Kemudian 29 persen lebih tinggi terkena melanoma dan kemungkinan adanya peningkatan 40 persen kanker perut.

Perlu diinformasikan, melanoma adalah sebuah kanker kulit yang berkembang pada melanosit, sel pigmen kulit yang berfungsi sebagai penghasil melanain. Melanin inilah yang berfungsi menyerap sinar ultraviolet dan melindungi kulit dari kerusakan.

Bahayanya, melanoma adalah jenis kanker kulit yang jarang dan sangat berbahaya. Kondisi ini dimulai dari kulit manusia dan bisa menyebar ke organ lain dalam tubuh.

Tim di belakang penelitian itu pun menyarakan, agar lelaki dengan Peyronie untuk selalu memonitor secara ketat. Sehingga perkembangan kanker apapun dapat dideteksi lebih awal. "Kami pikir ini penting karena kondisi ini sebagian besar diterima begitu saja," kata Dr Alexander Pastuszak, seperti dilansir Independent.

Lebih jauh, para peneliti juga mengatakan, pria yang memiliki kondisi Mr P bengkok ini perlunya pemantauan insyens untuk melihat adanya pengembangan gangguan. Dikatakan, juru bicara dari Cancer Research UK, Peyronie yang menyebabkan faktor risiko kanker ini, belum sepenuhnya diketahui apa yang menyebabkan kondisi tersebut.

"Skrining untuk kanker tidak selalu bermanfaat dan disertai dengan bahaya, jadi ini program penyaringan penting yang harus didukung oleh bukti yang kuat," kata Emma Shields, dari Cancer Research UK. **SS

SHARE