My Generation, Realita Kids Zaman Now - Male Indonesia
My Generation, Realita Kids Zaman Now
Sopan Sopian | Review

Film "My Generation" adalah sebuah film yang mengangkat realita kehidupan generasi millenials secara natural. Dimana mereka (millenials) lebih kritis dan berani dalam menanggapi segala hal, tak terkecuali kepada orangtuanya.

Bahkan secara kritis, juga mempertanyakan kembali nasihat atau larangan yang orangtua berikan kepada mereka, yang menurutnya belum tentu benar atau sesuai dengan karakter mereka. Selain itu, dalam film "My Generation" juga menggambarkan beberapa karakter karakter orang tua yang mencoba mengarahkan anak-anaknya yang notabene adalah generasi millenials.

Perbedaan karakter antar generasi yang sangat gamblang tertuang dalam film ini, seperti itulah yang terjadi di kehidupan nyata saat ini yang tak dapat dipungkuri.

Film "My Generation" yang diarahkan oleh Upi ini dibintangi oleh 4 pemain fresh yang menjadi bintang utamanya, yaitu Bryan Langelo (sebagai Zeke), Arya Vasco (sebagai Konji), Alexandra Kosasie (sebagai Orly) dan Lutesha (sebagai Suki)

Konflik Batin dan Keluarga
"My Generation" bercerita tentang persahabatan 4 anak SMU, Zeke, Konji, Suki dan Orly. Di awali dengan gagalnya mereka pergi liburan karena video buatan mereka yang memprotes guru, sekolah dan orang tua menjadi viral di sekolah mereka. Hingga mereka dihukum tidak boleh pergi liburan. Tapi mereka terlalu keren untuk mengutuki keadaan dan membuat orang-orang yang sudah menghukum mereka puas.

Liburan sekolah yang terkesan tidak istimewa, akhirnya justru membawa mereka pada kejadian-kejadian dan petualangan yang memberi pelajaran sangat berarti dalam kehidupan empat sekawan ini. 

Memiliki watak berbeda, empat sekawan ini pun memiliki konflik yang berbeda. Pertama, Orly, sebagai perempuan yang kritis, pintar dan berprinsip, ia berusaha mendobrak dan menghancurkan label-label negatif yang sering disematkan kepada perempuan. Diluar itu Orly bermasalah dengan ibunya yang single parent, yang sedang berpacaran dengan pria yang jauh lebih muda. Bagi Orly gaya hidup sang Ibu tidak sesuai dengan umurnya.

Kemudian, Suki. Sebagai perempuan paling cool diantara teman-temannya. Selayaknya anak muda pada umumnya Suki memiliki krisis kepercayaan diri yang berusaha Ia sembunyikan.  Tetapi krisis kepercayaan dirinya semakin besar seiring dengan sikap orang tuanya yang selalu berpikiran negatif padanya.

Ketiga, Zeke. Pemuda rebellious tapi juga easy going dan sangat loyal pada sahabat-sahabatnya ini ternyata memendam masalah yang sangat besar dan menyimpan luka yang dalam di hatinya.  Zeke merasa kedua orang tuanya tidak mencintainya dan tidak menginginkan keberadaannya. Untuk menyembuhkan luka yang dipendamnya, Zeke harus berani mengkonfrontasi orang tuanya dan membuka pintu komunikasi yang selama ini terputus diantara mereka.

Terakhir adalah Konji. Pemuda polos dan naif ini, tengah mengalami dilema dengan masa pubertasnya, Ia merasa ditekan oleh aturan orangtua yang sangat kolot dan over protective. Hingga ada satu peristiwa yang membuatnya shock

Hal itu membuat kepercayaannya pada orang tuanya hilang dan Konji balik mempertanyakan moralitas orang tuanya yang sangat kontradiktif dengan semua peraturan yang mereka tuntut terhadap Konji.

Detail Percakapan
Dalam menggarap film "My Generation" ini, Upi selaku sutradara tidak hanya fokus pada karakter dan konflik saja. Naskah di film ini juga melalui riset medalam oleh Upi hingga 2 tahun lamanya secara secara social media listening. Hal itu untuk mendalami detail bahasa percakapan millenials yang kerap mencampur Bahasa Indonesia dengan Bahasa Inggris untuk percakapan antar tokoh "My Generation".

"Untuk mendapatkan percakapan natural dalam naskah, saya tidak menggunakan metode survey interview langsung ke anak muda. Karena biasanya mereka sedikit enggan untuk mengungkapkan pendapat murni seputar orang tua atau pun sekolah, tetapi melalui pengamatan sosial media," tutur dia.

Melalui pengamatan sosial media, kata dia, dirinya mendapatkan obrolan murni yang terjadi yang sangat bagus untuk diungkapkan dan diangkat ke dalam film. Sehingga penonton akan mengetahui sudut pandang generasi millenials dalam menanggapi berbagai hal dalam dirinya secara  real.

"Ini merupakan sebuah realita hidup yang coba saya tuangkan dalam film, sehingga film ini bukan bermaksud menggurui atau menjudge generasi millenials tetapi memberikan referensi terkini bagaimana kondisi generasi millenials secara lebih dekat,” terang Upi antusias. 

Film "My Generation" yang diproduksi oleh IFI Sinema tak hanya memunculkan talent baru. Namun juga menghadirkan beberapa pemain senior yang menjadi orang tua yaitu Ira Wibowo dan Joko Anwar (orang tua Konji); Tyo Pakusadewo dan Karina Suwandhi (orang tua Zeke); Surya Saputra dan Aida Nurmala (orang tua Suki) dan Indah Kalalo (ibunda Orly).

"Kami berharap film dengan jenis drama remaja yang mengangkat realitas generasi millenials saat ini dapat menjadi oase bagi penikmat film Indonesia, satu lagi film anak muda dengan angle  yang unik dan berwarna,” ujar Adi Sumarjono, Produser IFI Sinema.

Anda penasaran bagaimana para millenials menanggapi persoalnnya dengan bahasa mereka? Anda bisa menyaksikannya di bioskop kesayangan Anda. Karena film "My Generation" ini sudah tayang sejak 9 November 2017. **

SHARE