Jenis Disfungsi Seksual yang Wajib Diketahui Pria | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Jenis Disfungsi Seksual yang Wajib Diketahui Pria
Gading Perkasa | Sex & Health

Jenis disfungsi seksual yang dapat menghantui kaum pria sangatlah beragam. Bahkan, bisa mengancam masa depan. Padahal, kejantanan merupakan hal paling utama bagi kehidupan mereka. Bagaimana pria menjalani hari-harinya bila sudah terjangkit disfungsi seksual?

pixabay.com

Berkaitan akan hal tersebut, masalah disfungsi kejantanan wajib menjadi perhatian serius bagi pria. Ditambah lagi, masalah ini rupanya sudah sedemikian peliknya melanda pria-pria milenial. Bukan tidak mungkin Anda juga bisa terkena dampaknya.

Sejatinya disfungsi seksual dapat dicegah, namun metode pengobatan yang dilakukan juga perlu disesuaikan dengan jenis disfungsi yang menyerang. Sedikitnya ada beberapa jenis disfungsi seksual dimana pria wajib mengetahuinya sebelum terlambat. Antara lain:

Baca juga: Masturbasi Berlebihan? Begini Dampaknya

Disfungsi ejakulasi
Selama ini, disfungsi ejakulasi atau ereksi menjadi momok mengerikan dan sudah sangat akrab di telinga kita. Sebuah kondisi yang mengakibatkan penis hampir mustahil menegang. Di samping itu, masalah disfungsi ejakulasi paling umum yakni ejakulasi dini. Keadaan dimana pria tidak dapat mempertahankan ejakulasinya lebih dari dua menit. Ia hanya mampu penetrasi selama dua menit sebelum ejakulasi. Jenis disfungsi pertama ini biasanya menimpa pria berumur di bawah 40 tahun.

Priapisme
Sepertinya banyak dari kita jarang mendengar istilah berikut. Priapisme merupakan disfungsi seksual dimana pria mengalami ereksi berlebihan atau seringkali disebut terlalu lama ‘hormat’. Jenis disfungsi yang boleh dibilang sangat serius. Karena dapat mengakibatkan kerusakan permanen. Masalah bisa disebabkan oleh penggunaan zat berbahaya seperti obat untuk mengatasi disfungsi ereksi, termasuk alat bantu berbentuk injeksi. Konsumsi zat adiktif dan obat-obatan terlarang juga berisiko tinggi terhadap keamanan penis Anda.

Peyronie
Peyronie tidak kalah berbahaya dibandingkan priapisme. Yaitu dimana jaringan parut bermunculan pada jaringan penis. Hal ini timbul dikarenakan cedera seperti benturan sehingga mengakibatkan penis pria bengkok ke berbagai arah. Entah itu atas, samping, bawah dan menimbulkan rasa sakit ketika ereksi.

Hormon testosteron berkurang
Dikenal pula dengan nama sindrom defisiensi testosteron. Gangguan disfungsi yang menyebabkan pria susah atau tidak mampu mempertahankan ereksinya. Tentu akan memengaruhi kekuatan otot, energi tubuh, kesehatan tulang bahkan suasana hati.

Dari penuturan sejumlah pakar, langkah terbaik mencegah pria terkena jenis disfungsi seperti yang sudah dijabarkan di atas ialah mengatur pola makan sehat, berolahraga, menjaga berat badan dan menghentikan aktivitas buruk (merokok, begadang dll). Penis terjaga, kehidupan seks Anda pun sejahtera.**GP

SHARE