Media Sosial Mengubah Cara Orang Mengingat - Male Indonesia
Media Sosial Mengubah Cara Orang Mengingat
MALE ID | Digital Life

Media sosial seperti sudah beralih fungsi seteleh 10 tahun kepopulerannya. Di mana pada awal-awal munculannya. Setidak-tidaknya Facebook, Instagram, atau Twiiter selalu menjadi tempat meng-update apa yang sedang penggunanya lakukan hari dan waktu ini juga.

media sosial pixabay.com

Saat ini, platfrom ini telah menjadi sebuah arsip biografi kehidupan masing-masing penggunanya. Bahkan hampir seluruh orang di dibelakang dunia ini. Artinya, dengan media sosial menjadi sebuah arsip, berarti media sosial telah mengambil peran baru dalam cara orang untuk mengingat.

Ambil contoh saja, di mana baru-baru ini, Snapchat memiliki sebuah fitur kenangan (dalam artian ini adalah pengarsipan). Di mana, fitur ini memiliki fungsi membangun momen favorit Anda, seperti pengarsipan gambar yang diambil dengan gawai, yang kemudian dapat disimpan pribadi atau bersama.

Lalu, apa saja fakta-fakta media sosial (medsos) mengubah cara orang untuk mengingat?

1. Manusia Suka Merekam
Mike Featherstone seorang sosiolog berpendapat bahwa manusia memiliki dorongan kuat untuk menyimpan segala sesuatu (arsip). Hal itu, kata dia, terlihat dalam sejarah negara modern yang hari ini memiliki kebiasaan ingin merekam sejumlah besar informasi tentang kehidupan masyarakat.

Apalagi, smartphone dan internet sudah menjadi barang untuk penyimpanan pada tingkat kehidupan manusia sehari-hari. Jadi, jika lebih mengandalkan medsos untuk sebuah arsip dalam mengingat, tentu ini menjadi bentuk baru bagaimana orang untuk mengingat.

Seiring berjalannya waktu, ingatan-ingatan setiap pengguna tentu akan beralih pada sebuah data yang disimpan di medsos. Di mana kemudian ingatan hanya dibentuk dengan hal-hal yang dipilih untuk disimpan dalam sebuah profil medsos baik terlihat atau tersembunyi.

2. Foto sebagai Ingatan Cerita
Selain itu, masih menurut Featherstone, bahwa arsip dalam sebuah medsos adalah ruang di mana dokumen ditangkap dan diklasifikasikan. Mudahnya, apa yang dimasukan seseorang ke dalam profil sosialnya pasti akan membuat sebuah pengklasifikasian yang kemudian akan membentuk ingatan dan kenangan yang terjadi di dalamnya.

Misalnya, tag atau label yang dibuah untuk mengarsipkan foto-foto secara online akan memengaruhi ingatan atau akan teringat tentang cerita dan orang-orang yang ada di dalamnya.

3. Posting Bersifat Timeless
Semakin orang mengandalkan medsos sebagai arsip, seiring berjalannya waktu juga cara menambahkan sesuatu dalam medsos juga berubah. Di mana, orang tidak hanya akan posting "pada saat ini juga" tetapi akan memiliki pandangan "masa depan". Sehingga orang bisa menginat masa lalu saat usia dan jaman berubah.

Ambil contoh, saat memosting foto atau catatan liburan, di tahun 2017, tentu saat berada di tahun-tahun selanjutnya akan mengingatkan perjalanan liburan itu saat kembali membukanya. Sehingga inilah yang akan mengubah cara orang mengunakan media sosial untuk merekam atau mengingat setiap periode dalam hidup orang. **

SHARE