Laptop di Masa Depan disertai Sidik Jari, Benarkah | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Laptop di Masa Depan disertai Sidik Jari, Benarkah
Gading Perkasa | Digital Life

Membaca judul mengenai laptop di masa depan disertai fitur sidik jari di atas tentu mengundang tanda tanya dari sebagian besar masyarakat, barangkali termasuk Anda. Benarkah hal itu dapat direalisasikan?

Bila melihat laju perkembangan teknologi yang semakin deras, rasanya nyaris tidak mustahil terwujud. Pasalnya, pengamanan perangkat dan identitas melalui sidik jari saat ini mulai dilirik. Anda bisa melihatnya pada banyaknya fitur fingerprint scanner pada smartphone.

Belum lama ini Lenovo menjalin kerja sama dengan Intel dalam otentifikasi fitur pembaca sidik jari pertama untuk PC maupun laptop. Teknologi tersebut diklaim telah mematuhi standar aliansi Fast Identity Online (FIDO).

Fitur fingerprint scanner baru akan tersedia pada komputer dan laptop di masa depan yang merupakan besutan Lenovo. Bukan itu saja, perangkat pembaca sidik jari tersebut dapat mendukung sistem kerja dengan Intel Online Connect, sehingga memungkinkan akses ke jaringan internet.

Dalam mengakses ke laptop di masa depan buatan Lenovo dan Intel, pengguna dapat menggunakan dua cara. Cara pertama, sapukan sidik jari dimana datanya telah terenkripsi oleh mesin pemindai. Dan yang terakhir adalah, two step authentication, yaitu memasukkan username serta password seperti biasa ketika Anda membuka sebuah akun, lalu diverifikasi lewat sidik jari.

Baca juga: Proteksi Gadget dari Ancaman Krack

Berdasarkan penuturan Senior Vice President PC Lenovo and Smart Devices Product Group, Jhonson Jua, sidik jari bermanfaat dalam mengurangi ketergantungan pengguna terhadap keamanan password. “Kami menangani masalah keamanan online secara langsung, serta memberikan pengalaman autentikasi online sederhana sekaligus mengurangi ketergantungan pada kata sandi,” tutur Jhonson.

Di samping itu, akses melalui sidik jari sifatnya lebih privat. Sudah bukan rahasia lagi bahwa setiap orang mempunyai sidik jari yang berbeda. Dengan demikian, identitas maupun perangkat pengguna jauh lebih aman dan terlindungi.

Namun, keamanan akses masih diragukan. Sebagai contoh, pada 2016 silam, perusahaan asal Amerika Serikat Vkansee berhasil membobol sensor sidik jari di smartphone. Tanpa keterampilan coding khusus layaknya seorang hacker, mereka (Vkansee-red.) cukup memanfaatkan media seperti alat pencetak gigi dan mainan anak-anak, play-doh.

Oleh karena itu, pengamanan konvensional seperti password masih sangat dibutuhkan. Memang benar kita sulit memprediksi bagaimana perkembangan laptop di masa depan yang menggunakan akses sidik jari. Tetapi sekali lagi, kecanggihan teknologi tidak pernah mengenal batas.**GP

SHARE