Marilyn Monroe, Kecantikan dan Pesona yang Melegenda - Male Indonesia
Marilyn Monroe, Kecantikan dan Pesona yang Melegenda
MALE ID | Story

Pesona Marilyn Monroe merupakan legenda di industri hiburan yang tak pernah tergantikan. Dia meninggal pada 5 Agustus 1962. Sebagai penyanyi kelas dunia pada jamannya ini memang memiliki kontroversi soal kematiannya, banyak persepsi mulai dari bunuh diri, overdosisis atau lebih kejam dari itu.

Male IndonesiaPhoto by MARIOLA GROBELSKA on Unsplash

Namun, selain penyanyi dan icon seks, apakah Anda mengenal fakta lain dari Merilyn Mondro? Berikut fakta menarik tentang dirinya yang mungkin Anda belum tahu.

Monroe dan Militer
Pada tahun-tahun awal Perang Dunia II, Marilyn Monroe adalah seroang wanita bernama Norma Jeane Dougherty. Dia bekerja disebuah pabrik pesawat militer. Pada saat berada di pabrik, seorang fotografer melihat sisi entertaint pada diri Norma Jeane. Dan dia pun akhirnya menjadi model dan aktris. Setelah populer sebagai aktris, dia bernama Merilyn Monroe. Tentara Stars & Stripes menjulukinya sebagai "Miss Cheesecake" pada tahun 1951.

Meski merasa terganggu saat bulan madu bersama suami kedua Joe DiMaggio untuk mengunjungi pasukan di Korea pada Februari 1954, dia tetap berterima kasih kepada para fans-nya. Namun dia meraih kesuksesan besar dengan melakukan 10 pertunjukan dalam empat hari dengan mengenakan gaun unggu berkilaunya dihadapan para tentara militer di Korea itu.

"Ini adalah hal terbaik yang pernah terjadi padaku. Aku tidak pernah merasa seperti bintang sebelumnya," tutur wanita yang lahir pada 1 Juni 1926 itu.

Berkomitmen Pada Karir
Saat mulai karirnya dalam industri film, Monroe tidak tunduk pada kursi casting. Tetapi dia selalu bekerja keras dan mengambil hikmah untuk karir-karir di depannya yang akan datang. Dia pun pernah berperan dalam film Ladies Chours (1948). Kemudian dia juga sempat tampil dalam acara komedi dengan nama "Mona Monroe". Pada tahun tahun 1952 dia juga kembali masuk industri film pada dengan judul film Clash by Night.

Ada cerita dibalik kesuksesannya, di mana dia benar-benar bekerja keras untuk mendapatkan panggung di hati penggemarnya. Monroe selalu bersepeda saat awal-awal ingin menjadi bintang film, dia terus mendatangi studio film. Dalam dirinya selalu memiliki keteguhan bahwa dia siap untuk menjadi pemenang dalam karirnya.

Umumkan Pernikahan di Hadapan HUAC
Monroe begitu setiap terhadap Arthur Miller seorang penulis drama. Di mana, pada tahun 1956, Miller dipanggil untuk memberikan kesaksian di depan House Un-American Activities Committee (HUAC). Kala itu, komite memberikan ultimatum bahwa artis yang menolak mengungkapkan orang yang sudah terlibat dengan kegiatan komunis akan dikirim ke penjara karena dianggap menghina kongres.

Sepanjang cobaan ini, Monrie tetap berkomitmen untuk Miller. Padahal petinggi manejerial keartisannya, Paula Strasbers sudah memperingati Monroe, bahwa keputusannya itu akan menimbulkan reaksi publik dan dapat menghancurkan karirnya.

Uniknya, saat Monroe menerima menikah dengan Miller dihadapan HUAC saat menjadi saksi. Kala itu, 1957 Miller diberi hukuman percobaan karena diduga telah mengina kongres. Satu tahun kemudian, Miller dibebaskan karena tak terbukti.

Monroe dan Politik
Hubungan erat dengan militer, dan berujung pada perceraian pada tahun 1961, bukan satu-satunya hal yang menjadikan Monroe sadar politik. Bersama Shelley Winters, Monroe menghadiri unjuk rasa untuk memprotes pelanggaran kebebasan sipil yang disebabkan oleh semangat anti-komunis.

Selain itu, Monroe juga pernah dihukum karena membaca buku "Radikan" yang berisi biografi Muckraker Lincoln Steffens saat berada diadegan film. Setelah itu, lahir dari pandangan yang lebih progresif pada ras, Monroe akhirny amenjadi aktivis pembela hak-hak sipil.

Satu tahun sebelum perceraiannya, pada tahun 1960, Monroe terpilih sebagai delegasi alternatif untuk Connecticut's state Democratic convention. Sayangnya dia tidak menghadiri itu.

Takut Gila
Selama hidupnya, Monroe memiliki ketakutan akan kehilangan kewarasannya, sesuatu yang dia saksikan sendiri pada ibunya. Dia kerap meminum obat penghilang depresi, hingga dia kehilangan berat badan dan tidak pernah tidur. Akhirnya Dr Marianne Kris membawanya ke sebuah ruang terkunci dan empuk di Payne Whitney Klinik New York pada tahun 1961. Tetapi kala itu, Monroe bereaksi buruk. Monroe merasa putus asa untuk melarikan diri.

Lalu, terinspirasi dari salah satu film awalnya, di mana seorang tokoh memecahkan jendela dan mengancam untuk memotong dirinya dengan kaca. Dan itulah yang dilakukan Monroe kala itu. Perilaku ini menyebabkan Monroe dipindahkan ruangan dengan pasilitas lebih ketat.

Berusaha ingin keluar dari situasi itu, Monroe mencoba menulis surat kepada guru aktingnya, Lee dan Paula Strasberg untuk membawanya keluar. Namun mereka tak mendapatkan izin untuk itu. Hanya mantan suaminya, yakni DimAggio yang bisa, dia datang ke sebuah rumah sakit itu.

"Saya ingin istri saya. Jika Anda tidak melepaskannya, saya akan mengambil sepotong kayu," ancam DiMaggio. Sayangnya hal itu pun gagal, karena DiMaggio sudah tak lagi menjadi suami resminya. Kemudian pihak rumah sakit memindahkan Monroe ke Presbyterian Hospital Columbia University, di mana dia menerima perawatan di sebuah kamar pribadi.

Kedermawaan Monroe
Monroe juga dikenal sebagai pribadi yang murah hati. Dia kerap memberikan sumbangan kepada orang-orang yang membutuhkan. Monroe juga kerap memberi bantuan untuk anak-anak. Seperti untuk membeli susu dan kebutuhan lainnya. Hingga akhir hayatnya, Monroe terus melakukan amal seperti itu. **

SHARE