Budaya Karyawan Memicu Transformasi Digital | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Budaya Karyawan Memicu Transformasi Digital
Gading Perkasa | Digital Life

Habit para pekerja kantoran di Indonesia dewasa ini telah mengubah kebutuhan bagi perusahaan menumbuhkan budaya kerja baru demi mencapai kesuksesan transformasi digital. Seperti yang baru-baru ini dijelaskan oleh sebuah studi dari Microsoft. Sebuah fakta pun ditemukan, yakni sebanyak 57% responden di tanah air merasa banyak hal mampu dilakukan oleh perusahaan untuk melakukan investasi dalam pengembangan budaya.


pixabay.com

Faktor-faktor yang memengaruhi budaya bekerja para karyawan di Indonesia bisa disebabkan oleh sejumlah alasan. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa transformasi digital sebuah perusahaan akan meningkat drastis jauh dibandingkan sebelumnya. Seperti penjelasan di bawah berikut ini.

Meningkatnya Pekerja yang Mobile
Seiring kemunculan teknologi mobile dan komputasi awan, maka memudahkan para karyawan untuk bekerja di berbagai lokasi berbeda dalam beragam perangkat. Hasil sebuah studi menemukan bahwa hanya sebanyak 15% pekerja mengaku, seluruh waktu bekerjanya dihabiskan di kantor. Sementara 85% sisanya bekerja menggunakan smartphone mereka. Hal yang terakhir disebutkan menimbulkan masalah baru; tantangan keamanan bagi perusahaan.

Jumlah Tim Beragam
Sedikitnya 40% pekerja kantoran di Indonesia telah menangani lebih dari 10 tim berbeda-beda dalam waktu yang sama. Hal ini membuat karyawan diharuskan bekerja secara multitasking serta memanfaatkan tools untuk berkolaborasi dengan setiap tim agar proyek lebih mudah terselesaikan.

Kesenjangan dalam Keterampilan Digital
Meski para pemimpin telah bergerak menyambut transformasi digital, bukan mustahil dapat menimbulkan masalah berupa kesenjangan di antara setiap karyawan. Ketika penggunaan teknologi diadaptasi di berbagai sektor industri, penyebarannya belum tentu merata. Akan tetapi, mayoritas perusahaan yakin banyak cara alternatif demi mereduksi kesenjangan keterampilan digital di kalangan para pekerja.

Di samping tiga poin yang telah dijelaskan, pengetahuan maupun keterampilan beserta tools yang digunakan merupakan penunjang kesuksesan transformasi digital. Melihat kenyataan bahwa setengah populasi generasi milenial dunia berada di benua Asia, lingkungan kerja perlu beradaptasi dalam kebiasaan teknologi para generasi sadar digital ini. Perusahaan juga dianjurkan mengedukasi kembali pekerja dalam membangun keterampilan kreatif dan strategis di masa mendatang.

Sebanyak 90% pemimpin perusahaan di Indonesia mengaku, pentingnya transformasi digital agar semakin meningkatkan kesuksesan di perusahaan mereka. Walaupun, sumber daya manusia tetap sangat diperlukan demi mewujudkan hal tersebut.**GP

SHARE