Tahi Lalat dengan Bentuk Aneh, Waspada Melanoma - Male Indonesia
Tahi Lalat dengan Bentuk Aneh, Waspada Melanoma
MALE ID | Sex & Health

Melanoma dapat diteksi dari bentuk tahi lalat. Anda perlu mengetahui melanoma adalah bagian dari jenis kanker kulit yang mematikan dengan sebutan melanoma maligna atau culup melanoma.

Photo by Atikh Bana on Unsplash

Melanoma adalah sel kanker yang menyerang sel melanosit, yaitu sel pemberi warna kulit coklat atau kehitaman. Melanoma termasuk jenis kanker paling ganas karena sangat mudah menyebar. Semakin dalam lokasi melanoma, maka dia akan lebih mudah menyebar.

Data dari RS Kanker Dharmais, yang sudah terkonfirmasi ada 119 kasus (sejak 2005). Namun karena edukasi dan pengetahuan masyarakat yang kurang, kebanyakan kasus terdiagnosis pada stadium lanjut, saat sudah menyebar ke organ lain.

Dr. dr. Aida Sofiati Dachlan Hoemardani SpKK(K) dari RS Kanker Dharmais menjelaskan, melanoma dapat terjadi di bagian kulit manapun tetapi pada pria kebanyakan di badan.

Penyebab
Melanoma pada ras Kaukasian (kulit putih, rambut merah/terang dan mata biru) menduduki peringkat ke-6 sebagai kanker paling sering ditemukan.

"Pada stadium 1 dan 2 masih dapat diobati. Tetapi jika sudah masuk stadium 3 dan 4, kematian sangat tinggi. Usia tersering pasien rata-rata di atas 50 tahun. Kematian lebih tinggi pada laki-laki dibandingkan perempuan," tutur Dr. dr. Aida Sofiati Dachlan Hoemardani SpKK(K).

Penyebab dan faktor risiko adalah paparan sinar UV terus menerus, riwayat keluarga (jarang di Indonesia), dan paparan sinar matahari terus menerus di masa anak-anak, atau tanning (menghitamkan kulit). Pada kulit putih, risiko lebih tinggi karena jumlah sel melanositnya lebih sedikit.

Mengenali Melanoma dari Bentuk Tahi Lalat
Dr. dr. Aida Sofiati Dachlan Hoemardani SpKK(K) juga menjelaskan bentuk dari tahi lalat yang dapat mendeteksi melanoma. Meski hanya 30 persen kanker kulit yang dikenali dari tahi lalat, namun tidak ada salahnya untuk melakukan SAKURI (periksa kulit sendiri).

Caranya, berdiri di cermin setinggi badan, amati kulit sepanjang badan, untuk bagian belakang dipandu dengan cermin kecil, jangan lewatkan sisi kanan dan kiri badan. Selain itu memeriksa kepala dengan bantuan Hair dryer, dan telapak kaki.

Yang dicari adalah tahi lalat dengan gejala ABCDE. A (Asimetris), B (Border, tepi tahi lalat tidak bulat atau beraturan), C (Color, warna tidak rata ada yang merah, coklat hitam) dan D (Diameter, tahi lalat lebih dari 6 mm). D juga bisa diartikan Difference, yaitu di antara tahi lalat di seluruh tubuh ada satu yang berbeda.

Bentuk tahi lalat seperti itu yang harus diwaspadai. Ada tambahan lagi, kata dia, kriteria E yaitu Evolving, membesar dengan cepat. Jika menemukan ada kelainan di atas, segera cek ke dokter untuk memastikan. **SS

SHARE